Sunday, November 30, 2014

Menulis itu menyenangkan


Menulis itu kegiatan yang menyenangkan dan baik untuk perkembangan otak agar tidak cepat menjadi pikun. Menulis itu adalah berbagi. Berbagi itu menyenangkan. (Harry Surjadi)

Setelah 'marathon' event atau event berturut-turut sejak hari Jumat, tugas berikutnya adalah melakukan interview Mas Harry Surjadi perihal jurnalisme lingkungan, citizen jurnalist dan peran pemerintah soal isu lingkungan. Minggu (30 November 2014) pagi sekali sekitar pukul 7 lebih 30 menit, menjelang keberangkatannya kembali ke Jakarta. Interview berlangsung sekitar 45 menit, sangat menarik statement yang beliau sampaikan dan selalu ada 'trigger' di setiap kalimat yang beliau lontarkan. Di entri saya berikutnya, akan saya kupas hasil interview dengan Mas Harry. Beliau sangat mengharapkan citizen jorrnalism dan citizen journalist bisa tumbuh dan eksis di Yogyakarta, digerakkan oleh komunitas massif dan peduli akan kotanya.

Sesi terakhir interview, saya minta Mas Harry menulis quote untuk menyemangati saya terus menulis. Dan quote diatas yang saya dapatkan. Semoga quote ini juga menjadi penyemangat teman-teman yang memiliki kesenangan serupa.Thank you Mas Harry :)


Harry Surjadi pernah bekerja sebagai wartawan Trubus dan Kompas. Harry juga termasuk pendiri Society of Indonesian Environment Journalist (SIEJ). Dia pun peraih Knight International Journalism Fellow. Maret 2013 memperoleh penghargaan dari Universitas Queensland (UQ), Australia atas upaya Harry Surjadi mengenalkan jurnalisme warga di Kalimantan Barat.

Thursday, November 27, 2014

Be yourself :)

Mereka bukan model profesional lho, tapi tetep keren kan dengan foto-foto selfienya. Boleh dikirim ke kami foto-foto selfie Sahabat yang mengenakan produk dari Tirana dan bersedia diupload di media sosial. Terima kasih Sahabat Tirana, sudah happy smart shopping di Tirana House dan diperbolehkan memasang foto-foto mereka yang keren! So, be yourself, semakin pede dan cantik dengan pilihan outfit high quality, best cutting dan tentunya harga bersahabat. Yuk buruan mampir dan cek koleksinya di Tirana House & KidsHouse, Jl Suryodiningratan 53-55 Yogyakarta. Cheers!



Fenty, seorang entrepreneur muda asli Yogya dan sekarang sukses usaha di Jakarta. Hari ini dia memilih atasan hitam tanpa lengan dari Worthington. Dipadu padan dengan pashmina motif flower dan celana jeans, wow perpanduan yang ciamik. Thank you Jeng Fenty untuk kiriman fotonya 




Nah...tampil ceria bersama si kecil Keirra, Mama Novie memilih atasan dari Merona. Pilihannya pas banget, makin asyik bercanda berdua dengan si kecil deh. Thank you dear Mama Novie & Keirra :)



Mama Sisca pakai minidress hitam motif bintang dari Forever XXI dan si kecil lucu banget dengan dress Aliza Baby by Liza. Kompak banget ya! Thanks for nice pic 



Novie seorang ibu dua anak, tampil stylish, casual dan comfort banget dengan tshirt Esprit warna hijau polkadot. Tshirt ini tersedia juga warna kuning kombinasi putih. Simple but chic ya 

Tuesday, November 25, 2014

Komik Tirana: 'Girl's Day Out' :)

Ini lho serunya kalau shopping di Tirana House bareng temen-temen yang cihui. Kita bikinin komiknya biar seru. Simak yuk!


 

 Selain apparel, Tirana juga menyediakan assesories, perfume, sepatu, tas, produk-produk konsinyasi titipan teman yang handmade dan limited edition dan kopi Nusantara tentunya :)


Habis shopping, selfie yuk, jepret! Dan share ke temen-temen lain. Sebelum beranjak pulang, nikmati dulu suasana butik yang hommy dengan secangkir kopi Nusantara. Hmm... merupakan perpaduan pas setelah browsing dan shopping lho Sista :)



Thank you for #happysmartshopping ya :)

_____________________________________________________________

TIRANA HOUSE, KIDSHOUSE & COFFEE CORNER
Jl Suryodiningratan 53-55 Yogyakarta 55141
ph. 0274 411615 | 081 827 7073
e. tiranayogya@gmail.com
IG & twitter: @TIRANAHOUSE
PIN 21197ECB

Sunday, November 23, 2014

Tentrem itu adalah Senja dan Secangkir Teh

Please scroll down for English. Thank you :)

 
www.hoteltentrem.com
 
Salah satu sajian khas kopi dari Warung Kopi Sidomuncul Hotel Tentrem Yogyakarta

Musim hujan yang dingin, akhir pekan yang tak terlalu sibuk dan senja telah beranjak, paling nyaman menghabiskan waktu di luar rumah bersama teman atau keluarga.Ide menarik sore ini saatnya tepat untuk berburu kuliner baru. Sebuah postingan di facebook mengantarkan saya menuju ke sebuah hotel bintang lima di Yogyakarta yang hadir menawarkan warung kopi dan teh. Kebetulan sekali, saya seorang pecinta teh sejati dan juga kopi sebagai minuman favorit kedua.


Suasana Warung Kopi Sidomuncul Hotel Tentrem Yogyakarta
Perjalanan dari selatan menuju sebuah hotel berkonsep tradisional modern, tepatnya di Hotel Tentrem, Jalan AM Sangaji, Yogyakarta. Hotel dengan warna cat coklat beige ini sekilas terkesan angkuh dan berkelas tinggi. Tapi keramahan para stafnya membuat saya merasa nyaman meneruskan perjalanan kuliner kali ini. Memasuki area lobby hotel ini, disuguhi keunikan interior bangunan yang unik, elegan dan berkelas. Tak menyangka di sebuah sudut hotel ini menyajikan warung kopi dan teh Sidomuncul. Menurut mereka, konsep warung memang sengaja dibuat untuk mengakomodasi penggemar kopi ala kaki lima. Kelas bintang lima harga sangat bersahabat. Betul! Semisal per cup teh 'Kembang Perawan' dibrandrol Rp 25.000,- saja. Atau ingin suguhan kopi Expresso cukup keluar kocek Rp 35.000,-. Tentu ini jadi alternatif pilihan menarik, dengan nuansa hotel bintang lima, kita sudah bisa menikmati secangkir kopi atau teh dengan harga kaki lima. Untuk pendamping minuman, tentu ada banyak pilihan yang cukup mengeyangkan seperti ayam goreng gurih, tahu renyah sambal kecap, lemper bakar, apple puff, bubur ketan hitam dan sebagainya. Range harga mulai dari Rp 20-25.000,- saja per porsi. Wow, murah ya untuk sebuah hotel bintang lima.


View menarik dari sudut 
Warung kopi Sidomuncul Hotel Tentrem Yogyakarta
Mengambil lokasi di luar ruangan (outdoor), warung kopi ini buka mulai pukul 15.00 - 23.00 WIB. Bila cuaca bersahabat, hujan tak turun, menghabiskan waktu di warung ini tentunya sangat menenangkan. Bagaimana tidak, karena pengunjung disuguhi sudut pandang bangunan hotel dan pemandangan kota Yogyakarta yang terhampar luas, dan bila kita tengok ke bawah, sebuah kolam renang indah menambah kesegaran mata memandang. Sebuah atmosfer yang komplit, sayang sekali untuk dilewatkan. Tapi bila terhalang hujan, Anda pun tetap bisa nongkrong santai memesan kopi atau teh di warung ini dan menikmatinya di Eboni bar & lounge yang terletak bersebelahan dengan warung. Tapi bila Anda menginap di hotel ini, pelayanan 24 jam sudah pasti didapatkan, jadi tentu saja bisa dilayani bila ingin menyeruput racikan kopi atau teh diluar jam operasional. 

Mengusung label 'Warung Kopi dan Teh Sidomuncul Yogyakarta', warung ini memang sengaja dikembangkan dengan citarasa produk-produk Sidomuncul yang telah lama kita kenal. Sidomuncul memang dikenal dengan produksi minuman tradisional seperti jamu-jamuan dan sebagainya. Demikian juga dengan menu di warung kopi dan teh ini; menu minuman yang ditawarkan bernuansa klasik Jawa. Sebut saja seperti 'Jahe Gendeng' yang berisi komposisi teh, jahe, carnation sweet dan susu low fat. Atau menu-menu Wedang Bregas seperti 'Kumbokarno', 'Bagas Waras', 'Seger Alang', 'Tolak Angin Ontoseno' dan sebagainya. Menu-menu minuman ini memang diracik khusus oleh barista andalan warung ini. Dikombinasikan sedemikian rupa dan disajikan dengan citarasa yang unik, teh rasa papermint yang segarnya tak habis-habis di lidah seperti teh 'Taman Sari' pilihan saya sore ini. Jangan heran kenapa berlabel Sidomuncul di warung ini, ya memang pemilik hotel ini sama dengan pemilik perusahaan Sidomuncul. Nah, sudah bisa diraba-raba kan seperti apa racikan minuman yang tersaji di warung ini.


Barista Warung Kopi Sidomuncul Hotel Tentrem Yogyakarta



Jadi tak ada alasan untuk khawatir atau ragu lagi kan untuk menghabiskan senja di sini, harga terjangkau, fasilitas dan suasana hotel berkelas. Keramahan dan nikmatnya secangkir minuman adalah sebuah ketentreman (tentrem adalah bahasa Jawa yang artinya damai dan tenang) yang terdefinisikan unik dalam sebuah sajian citarasa tradisional modern. Cobain deh :)
________________________________________________________________




Tentrem it was twilight and cup of tea

Cold rainy season, the weekend is not too busy and dusk has moved; it is most comfortable spending time outdoors with friends or family. This afternoon is interesting idea and right time for a new culinary hunt. A posting on my facebook deliver leading me to a five-star hotel in Yogyakarta which present offers coffee and tea stall. Incidentally, I am a true lover of tea and coffee as well as the second favorite beverage.

Start travelling from the south of Yogyakarta to the traditional concept of a modern hotel, precisely at Hotel Tentrem, Jalan AM Sangaji, Yogyakarta. Hotels with brown beige paint color glance seem arrogant and high class. But the friendliness of the staff made me feel comfortable continuing this culinary journey. Entering the hotel lobby area, offered a unique interior of the building is unique, elegant and classy. Never thought in a corner of the hotel serves coffee and tea shop Sidomuncul. According to them, the concept of stall was deliberately made to accommodate fans of street-style coffee. It is five star class but very friendly price. Yes! You can get such a cup of tea 'Kembang Perawan or Virgin Flower' for IDR 25.000, - only. Or do you want a kind of Expresso coffee just paid IDR 35,000, -. Of course this is so attractive alternative option, with the feel of a five star hotel, we are able to enjoy a cup of coffee or tea at a stall price. For companion beverage, of course there are many options that quite satisfied like savory fried chicken, crispy tofu soy sauce, grilled lemper, apple puff, black rice porridge and so on. Prices range from IDR 20-25000, - only per serving. Wow, it is very cheap for a five-star hotel class standart.

Takes place outdoors, this coffee shop is open starting at 3:00 p.m.-11:00 pm. When the weather is friendly, no rain fell, spend time in the shop is certainly very soothing. Why not, because visitors are treated to the viewpoint of the hotel building and views of the sprawling city of Yogyakarta, and when we look down, a beautiful swimming pool add to the freshness of the eye can see. An atmosphere that is complete, a pity to miss. But when the rain hindered, you were still able to hang relaxed ordering coffee or tea at this shop and enjoy it in Eboni bar & lounge just located adjacent to the shop. But when you stay at this hotel, 24-hour service is definitely obtained, so of course can be served if you want to enjoy a cup of coffee or tea concoction outside operating hours.

Carrying the label 'Warung Kopi & Teh / Coffee and Tea Stall of Sidomuncul Yogyakarta', this stall was deliberately developed furnished Sidomuncul products that have long been familiar. Sidomuncul is known for its production of traditional beverages such as herbs and so on. Likewise, the menu at the coffee shop and tea; drinks menu offered classic shades of Java. Call it like 'Ginger Gendeng' (Gendeng means crazy) which contains the composition of tea, ginger, carnation sweet and low fat milk. Or menus Wedang Bregas like 'Kumbokarno', 'Bagasse Sane', 'Seger Alang', 'Reject Ontoseno Wind' and so on. The drinks menu is specially formulated by the barista. Combined in such a way and presented with unique flavors, tea flavors with fresh papermint are endless in my tongue like tea 'Taman Sari'. This menu is my choice this afternoon. Do not wonder why labeled Sidomuncul in this stall, yes indeed the owner of the hotel is the same as the owner of the company Sidomuncul. Well, it could be groped how look like the mixing drinks is presented in this shop. 

So there is no reason to worry or doubt right to spend the evening here, affordable prices, good facilities and atmosphere of a classy hotel. Hospitality and delicious cup of drink is a ketentreman (tentrem is the Java language that means peace and tranquality) are uniquely defined in a traditional dish of modern flavor. Just try it :) 

HOTEL TENTREM Yogyakarta
Jalan AM Sangaji No 72A Yogyakarta 55233 Indonesia 
ph. +62 274 541 5555
f. +62 274 541 5588
e. info@hoteltentrem.com
@tentremyogya
www.hoteltrentem.com

Thursday, November 20, 2014

Srikandi Hijau


IKUTAN YUK kompetisinya. Gratis aja Moms :)

Workshop & kopi darat pertemuan # 2 'Srikandi Hijau' dihadiri GKR Pembayun & GKR Condrokirono



 Srikandi Hijau: 
Don’t (just) recycle! 
Think first
Memperkenalkan Perilaku Hijau di Rumah Tangga

Proyek “Sustainable Consumption & Production (SCP)” Policy Support Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHH) menyelenggarakan program “Srikandi Hijau” pada Rabu, 12 November 2014. Program ini didukung dan diluncurkan oleh GKR Pembayun selaku pembina program. Srikandi Hijau merupakan salah satu program proyek SCP di Yogyakarta untuk memperkenalkan dan memotivasi pola-pola hidup hijau (ramah lingkungan) di rumah tangga. Peserta Srikandi Hijau akan mengimplementasikan perilaku hijau dan membagikan testimoninya dalam bentuk foto dan cerita di media sosial. Program Srikandi Hijau merupakan salah satu program yang diadakan dalam rangka “Yogyakarta Goes SCP” yang didukung oleh proyek SCP bersama KLHH.

GKR Pembayun menyatakan bahwa perempuan sebagai istri dan ibu di rumah tangga memegang peran utama sebagai penggerak perilaku hidup hijau. Mulai dari keputusan memilih produk yang ramah linngkungan, perilaku ramah lingkungan seperti hemat energi, air, dan bbm, hingga ke perilaku membuang dan mengurangi sampah.

Bersama GKR Pembayun menjelang dilaunchingnya 'Srikandi Hijau'. Dari kiri-kanan: Edzard Ruehe, GKR Pembayun, Christine Effendy, Nunuk Ambarwati.
Selain Srikandi Hijau, pola hidup hijau juga diperkenalkan melalui workshop dan kompetisi foto dan blog bertema konsumsi hijau. Kegiatan dilaksanakan satu kali dalam sebulan, dengan tema dan pembicara yang berbeda-beda, mulai Bulan September 2014 sampai Januari 2015. Selain workshop, peserta juga mengikuti kompetisi bulanan. Untuk lomba fotografi, pengambilan foto langsung dilaksanakan setelah workshop. Setiap bulan akan ada pemenang bulanan dan favorit. Di akhir kompetisi, yaitu Bulan Januari 2015 akan dipilih pemenang umum, baik untuk fotografi maupun blog. Di akhir rangkaian kompetisi, akan diselenggarakan Climate PIC 2, yaitu rally foto bersepeda menyusul Climate PIC 1 yang telah sukses digelar pada Bulan Oktober 2013. Seluruh foto-foto hasil kompetisi dan Climate PIC akan dipamerkan di ajang pameran fotografi yang akan digelar sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan tahun depan. 

Kegiatan workshop dan kompetisi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengaktivasi komunitas fotografi dan blog sebagai agen kampanye konsumsi hijau. Banyaknya komunitas-komunitas seperti komunitas kreatif, hobi, maupun komunitas informal lainya menjadikan Kota Yogyakarta berpotensi menjadi salah satu kota pelopor konsumsi berkelanjutan. Mewujudkan Jogja Hijau bukan hanya impian.

Selain bergerak langsung di level konsumen untuk membentuk kebiasaan pola konsumsi hijau, juga diadakan program-program dukungan implementasi  produksi dan konsumsi berkelanjutan di pemerintah dan industry. Pemerintah DIY dan Kota Yogyakarta merupakan pilot implementasi Green Public Procurement, yaitu pengadaan pemerintah yang memperhatikan kriteria-kriteria produk hijau. Kebijakan ini akan mendorong penerapan produksi yang berkelanjutan di industri serta tersedianya produk ramah lingkungan lebih banyak di pasar konsumen.Di industri, dukungan penerapan Eco/Green Hotel juga diberikan untuk hotel-hotel di Yogyakarta. Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan telah meluncurkan “Panduan Penerapan Green Hotel”. Seminar “Manajemen Ramah Lingkungan untuk Hotel” telah dilaksanakan dan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan penerapan eco hotel.

Tentang Proyek SCP Policy Support Indonesia (SCP-PSI)
Sustainable Consumption and Production (SCP) adalah aksi yang telah disepakati secara global di Konferensi Rio+20 untuk pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan yang melibatkan pihak pemerintah, industri, dan masyarakat. Proyek bernama sama, SCP ini merupakan bagian dari program SWITCH ASIA yang didanai oleh Komisi Uni Eropa di beberapa Negara di Asia. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan di Asia. Komponen Policy Support dimulai tahun 2011 dan Indonesia adalah salah satu negara dari 4 negara yang dipilih.

Proyek SCP-PSI dimulai pada Bulan Februari 2012 dan akan berakhir Januari 2015, dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan. SCP-PSI akan menghasilkan Rencana Aksi Nasional untuk Sustainable Consumption and Production sebagai implementasi dari SCP 10 Year Framework Indonesia yang telah dilaporkan kepada UNEP pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2013.

SCP-PSI memiliki 3 komponen. Komponen pertama akan menghasilkan kerangka aksi sebagai strategi untuk mengimplementasikan kebijakan SCP Indonesia (Creating the Framework for a Consolidated National SCP Policy). Komponen kedua mendukung implementasi kebijakan (Support to SCP Policy Implementation) dan komponen ketiga akan menghasilkan mekanisme finansial, insentif dan instrument kebijakan SCP (Financial mechanisms, incentives and policy instruments for SCP promotion).

Ada 7 sub-proyek di dalam SCP-PSI, yaitu: 1). Assessment of State of SCP Policies and Tools in Indonesia (Studi mengenai Status Kebijakan dan Perangkat SCP di Indonesia), 2). Green Public Procurement (Kriteria ramah lingkungan dalam pengadaan pemerintah), 3). Incentives & Policy Instruments for Promotion of Sustainable Production (Studi mengenai Insentif dan Perangkat Kebijakan untuk Meningkatkan Produksi yang Berkelanjutan), 4). Enhanced Significance of Green Labels and Green Products/Services – including Eco Hotel (Meningkatkan Signifikansi Eko Label dan Produk/Jasa yang Berkelanjutan – termasuk Eco Hotel), 5). Stimulating Consumer Demand for Sustainable Products/Services (Menstimulasi Permintaan Konsumen atas Produk/Jasa yang Berkelanjutan), 6). SCP Action Plan (Kerangka Aksi SCP), dan 7). SCP Indicators for Indonesia (Indikator SCP Indonesia).


Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Christine Effendy
Project Manager
Sub-Project 05 SCP Switch Asia Indonesia

Nunuk Ambarwati
Local Coordinator DI Yogyakarta
Ph. 0274 411615 | 081 827 7073
Email: qnansha@yahoo.com

Tuesday, November 18, 2014

'Lagu Selatan' untukku

cover buku 'Kelenjar Laut' cetakan kedua
LAGU SELATAN
untuk Nunuk A.

ini lagu selatan, katamu
seolah di selatan tak ada selatan lagi
tapi itulah anai-anai yang beterbangan di bawah bulan
berkejaran tak saling bertemu
seperti cinta yang konon tak kenal jemu

antara percaya dan tidak, engkau termangu
memasguli sabana seluas ini
barangkali air yang tak putus asa
yang terus meriak tak kenal kemarau

pelangi langit dan pelangi hati
sama pentingnya, asalkan
kita memandangnya sebagai rejeki
bisik-bisik tentu saja langkah gerimis,
yang kemudian menjadi air deras yang ritmis
bayang-bayang yang jauh itu
semakin tak jelas sedang mandi atau menari

D. Zawawi Imron
Buku 'Kelenjar Laut'
Halaman 47

Pertemuan dengan KH D Zawawi Imron saat saya bekerja di Jogja Gallery sekitar tahun 2007-2008. Kebetulan beliau ikut berpartisipasi dalam sebuah pameran bersama. Beberapa hari menemani beliau untuk jumpa pers, talkshow di radio, pembukaan pameran, dan kegiatan lainnya. Saya sendiri belum bertanya langsung, alasan beliau sampai bisa menulis puisi ini untuk saya. Semoga segera ada jawabannya. Yang jelas saya sangat tersanjung

Cover buku 'Kelenjar Laut' dan puisi 'Lagu Selatan' yang masih tertera 'buat Nunuk A'

Dan berikut persepsi Mikke Susanto atas tafsir puisi ini: kalau dalam interpretasiku, puisi ini ingin memberikan kita rasa awas "semakin tak jelas sedang mandi atau menari", juga anggapan yang seakan-akan berlebihan "seolah selatan tak ada selatan lagi", juga ungkap nasihat seorang bijak "pelangi langit dan pelangi hati sama pentingnya, asalkan kita memandangnya sebagai rezeki... kesimpulannya puisi ini sedang mengkhayalkan dirimu di sebuah alam yang punya banyak kemungkinan, bisa jadi sebuah berkah bisa jadi kemungkinan lain.... GITU nuk? Mungkiiiiin hahahaha....


Buku 'Kelenjar Laut' pertama kali cetak/terbit tahun 2007, di halaman dengan judul puisi 'Lagu Selatan' masih tertera tulisan untuk Nunuk A. Waktu itu saya belum sempat mencari dan membeli buku ini. Tak berselang lama, ternyata sudah habis, penerbit juga tidak mencetak lagi. Buku kumpulan puisi ini pun kemudian mendapat dua penghargaan yaitu The South East Asia (S.E.A) Write Award 2011 dari Kerajaan Thailand dan penghargaan MASTERA 2010 dari Kerajaan Malaysia. Waah tentu saja turut bangga, karena ada satu puisi untuk saya termuat dalam buku tersebut.



Pertengahan November 2014 lalu, tujuh tahun berselang dari buku cetakan pertama; suami saya mengantar Mikke Susanto ke Madura. Ternyata menuju kediaman KH. D. Zawawi Imron. Kesempatan itu digunakan suami untuk mendapatkan buku-buku dan tanda tangan dari beliau. Dua hari satu malam mereka di Madura. Buku tersebut masih disimpan suami hingga tiba hari ulang tahun saya. Hari ini, 18 November 2014, sebuah buku 'Kelenjar Laut' dan puisi 'Lagu Selatan' untuk berikut ucapan selamat HUT dan tanda tangan beliau diberikan spesial untuk saya. Waaah surprise dan senyum mengembang, senang sekali. Ternyata buku ini telah dicetak ulang. Sayangnya, di cetakan terbaru ini, tidak dicantumkan lagi nama saya dalam puisi tersebut, bahkan katanya, Pak Zawawi lupa puisinya yang mana yang diperuntukkan saya waktu itu :(  Ah, tak apalah Pak...saking banyaknya puisi ya. Walau bagaimanapun, terima kasih sungguh telah memberikan puisi indah untuk seorang Nunuk Ambarwati yang bukan siapa-siapa ini. Suwun.

Friday, November 14, 2014

Flower make you younger


Actually this outfit choice not my style at all. But what is surprising comments when I wear this outfit? Check this out. This tops by Place (Est 1989 Place exactly) is actually for kids and teenager. But because there are available size for adults, it is suitable also be used for adults if you like it. Flower motif and cutting children's clothes at all. So fresh and cheers up! Even though the long arm, but because the material is 100 procent cotton, so this outfit is very comfortable to wear. You can combine it with a super short hotpants, so you are more comfortable moving, besides that this tops looks stand out and you look more sexy. To be more impressed easy going, then I wear sneakers or flat red shoes from the brand Noel. Hairstyle, just tie a ponytail, simple. So, my friend said I looked like a new child, such as the age of 20 years, hahaha, but truly my age is almost 40 years you know :) Flower make you younger Galz! You should try it :)

Sebenarnya pilihan outfit ini bukan style saya sama sekali. Tapi apa komentar mengejutkan ketika saya memakai outfit ini? Simak yuk. Atasan Place (tepatnya Est 1989 Place) ini sebenarnya untuk kids dan teenager. Tetapi karena tersedia size untuk dewasa, maka cocok juga dipakai untuk dewasa bila Anda menyukainya. Motif flower dan cutting pakaiannya anak-anak sekali. So fresh and cheers up! Meski pun lengan panjang, tapi karena bahannya 100% cotton, so outfit ini nyaman sekali dipakai. Anda bisa mengkombinasikannya dengan hotpants super pendek, supaya Anda lebih nyaman bergerak, disamping itu atasan ini tampil menonjol dan Anda tampak lebih seksi. Supaya lebih terkesan easy going, maka saya pakai sepatu kets atau flat shoes berwarna merah dari brand Noel.  Tatanan rambut, ikat saja kuncir kuda, simple. So, kata seorang teman, saya tampak seperti anak baru gede (ABG), seperti umur 20 tahun, hahaha, padahal umur saya sudah hampir 40 tahun lho :) Flower make you younger Galz! Anda patut mencobanya :)





Recommended & best seller tops by Est 1989 Place 
Available size: XS, S, M, L, XL
100 % cotton
Shoes: Noel

Size 38

Grab fast @ Tirana House & KidsHouse
Jl Suryodiningratan 53-55 Yogyakarta 55141
ph. 0274 411615 | WA 081 827 7073

e. tiranayogya@gmail.com, qnansha@gmail.com
www.facebook.com/TIRANAHOUSE
tweet & instagram @TIRANAHOUSE

blog http://tiranahouseyk.blogspot.com
PIN 21197ECB

Sunday, November 09, 2014

Cara Melukis dengan Cat Air

Bagaimana melukis dengan media cat air di atas kertas? Berikut ini tahap-tahap yang diberikan oleh Angga Yuniar Santoso dari Mimpinglukis Art Studio, materi khusus melukis tema bunga-bunga dan sayuran vintage. Contoh gambarnya akan saya tambahkan menyusul :)

1. Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam melukis menggunakan cat air adalah proses identifikasi. Identifikasi objek sangat penting karena dari proses ini kita bisa tahu bentuk, kebutuhan warna dan bagaimana mengaplikasikan warna berdasarkan gelap dan terangnya. Terutama objek yang akan dilukis adalah bunga-bunga dan sayuran vintage. Identifikasi ini yang menentukan ketelitian kita pada objek, apakah itu bulat, menyudut, kotak dan sebagainya, ada garis atau lobang dibagian mana, sisi gelap atau bayangannya disebelah mana dan seterusnya.

2. Membuat sketsa, beberapa orang menganggap membuat sketsa itu tidak penting dalam proses melukis dengan cat air, tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa sketsa itu akan menentukan bagaimana bentuk gambar. Dan tentu saja membantu proses melukis untuk mencapai bentuk yang sempurna. Sketsa bisa menggunakan pensil atau pen. Bila menggunakan pensil, sketsa bisa dihapus setelah lukisan cat air selesai, bila menggunakan pen, garis-garis sketsa bisa menambah sisi artistik lukisan.

3. Mencampur warna. Setelah itu menemukan warna yang sesuai dengan warna-warna objek yang dilukis. Untuk Angga dia hanya butuh warna-warna sekunder seperti merah, kuning, hijau dan biru, bila ingin warna lain, ia akan mencampur warna tersebut. Untuk pemula, meskipun sudah tersedia cat air dalam banyak warna, tapi sebaiknya juga menerapkan metode mencampur warna sendiri, supaya semakin trampil mencampur warna sendiri. Karena ternyata susah lho dapat warna yang sesuai keinginan kita, harus jeli dan menambahkan sedikit demi sedikit warna supaya dapat kombinasi yang pas. Pada workshop ini, Angga memperkenalkan 3 warna utama (warna dasar), sekunder, premier dan tersier. Nah warna terseier biasanya dipakai untuk memberikan efek bayangan (shading).

4. Mengaplikasikan warna step by step. Memberikan warna dasar pada media kertas/layer pertama biasanya dimulai dari karakter warna yang lebih transparan. Tidak perlu menguaskan warna ke seluruh permukaan gambar di dalam sket awal. Warnai bagian-bagian yang gelap dulu. Melukis cat air tidak perlu menggunakan cat berwarna putih (kecuali pada media kertas warna gelap/diperlukan untuk highlight saja). Sisakan bagian-bagian yang berwarna putih pada sisi yang terang.

5. Ada banyak teknik yang dapat diaplikasikan dalam melukis menggunakan cat air, pada kelas workshop yang pertama, kita telah membicarakan teknik aquarelle (teknik dasar dalam cat air yang bersifat transparan) namun pada sesi workshop kali ini kita akan lebih fokus pada aplikasi objek bunga-bunga dan sayuran menggunakan kecenderungan warna vintage (old) >> warna dasar + shade.

6. Nah, biarkan bagian yang di cat kering sempurna terlebih dahulu, baru kemudian dapat ditumpuk dengan warna yang lebih pekat/gelap. Identifikasi kembali  warna yang lain, kita harus mencari lagi warna yang sesuai pada pallet baru dapat diaplikasikan pada kertas.

7. Step berikutnya akan sama, tumpuk lagi bagian gelap dari objek dengan warna yang semakin gelap.
8 teknik melukis dengan cat air yang diajarkan pada workshop ini: wet on wet, dry surface, water on wet paint, wet paint & tissue, wet paint & brush, masking fluid (pakai lilin), plastic wrap (pakai plastik untuk dapat background abstrak) dan dry brush

8. Timeline:
a. Pengenalan teknik cat iar.
b. Menentukan komposisi/rangkaian bingkai bunga mau pun sayuran (melingkat, kotak, segitiga dll).
c. Melukis menggunakan bantuan outline (pensil/drawing pen), untuk memperjelas bentuk objek yang akan dilukis.
d. Melukis menggunakan bantuan outline pensil, kemudian setelah proses pewarnaan selesai, garis bantu dihapus.
e. Melukis negatif menggunakan masking fluid (bisa dengan selotip atau lilin).
f. Menambahkan teks yang unk (typography).
g. Merespon menggunakan teknik tambahan yaitu cutting paper.
h. Framing, pemasangan bingkai. Ready to hang :)

Bisa juga cek step-stepnya disini http://mimpinglukishowtodraw.blogspot.com/2014/03/melukis-buah-naga-water-color-technique.html

Saturday, November 08, 2014

Pojok Klinik Konsumen Hijau edisi Oktober 2014

SCP (Sustainable Consumption & Production) Switch Asia Project bekerjasama dengan Kompas, Yogya membuka kolom POJOK KLINIK KONSUMEN HIJAU tiap hari Jumat. Kolom ini untuk memberikan kesempatan masyarakat menanyakan perihal pola hidup hijau/ramah lingkungan. Pertanyaan akan dijawab oleh ahli dari SCP. Coba deh simak pertanyaan dan jawabannya, sangat bermanfaat, sayang kalau dilewatkan. 
Nunuk Ambarwati (SCP local coordinator for Yogyakarta).


Pojok Klinik Konsumen Hijau edisi Jumat 3 Oktober 2014 di Kompas Klasika, Yogya, Jateng.


Pojok Klinik Konsumen Hijau edisi Jumat 10 Oktober 2014 di Kompas Klasika, Yogya, Jateng.


Pojok Klinik Konsumen Hijau edisi Jumat 17 Oktober 2014 di Kompas Klasika, Yogya, Jateng.
 


Pojok Klinik Konsumen Hijau edisi Jumat 24 Oktober 2014 di Kompas Klasika, Yogya, Jateng.

Pojok Klinik Konsumen Hijau edisi Jumat 30 Oktober 2014 di Kompas Klasika, Yogya, Jateng. 

 
 

Friday, November 07, 2014

Tidak Sekadar Jualan

Minggu Pagi, No 32 Th 67 Minggu I November 2014 | Rubrik Jendela | halaman 4.

Menyediakan barang, kemudian terjadi interaksi antara pedagang dengan pembeli adalah aktifitas yang lumrah dalam sebuah kegiatan ekonomi. Namun jika ditelisik lebih jauh, sebelum ada transaksi jual beli, seorang konsumen akan melihat-lihat dan bertanya-tanya dulu tentang barang yang akan ia dapatkan. Informasi lengkap yang diberikan penjual, adalah nilai plus dalam sebuah bisnis.

Pemahaman itu dipegang betul oleh Nunuk Ambarwati untuk usaha fashion, seni dan kafe yang digelutinya. Ia menggabungkan ketiga hal itu dalam sebuah butik yang dibangun bersama seorang sahabat. Menurut Nunuk, konsep tersebut sebagai salah satu cara untuk menarik calon konsumen.

"Cara tersebut merupakan soft marketing yang sudah dilakukan banyak butik di luar negeri," jelas pemilik Tirana House, KidsHouse dan Coffee Corner itu.

Ia mengungkapkan, dengan cara itu, pengunjung tidak hanya belanja pakaian saja. Mereka bisa menikmati minuman, terutama kopi, sembari melihat karya seni yang tertata apik di antara tempat pakaian. Sebab, fashion juga bagian dari seni. Orang membeli produk fashion bukan hanya karena fungsi, namun juga keindahan desain, warna dan perancangnya.

Memilih pakaian tak ada bedanya dengan pertimbangan dalam membeli karya seni. Kekaguman pada jagat seni dimulai sekitar tahun 1999, ketika ia berhasil merampungkan studi Public Relations di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Saat itu tanpa perlu mengirim banyak lamaran kerja ke berbagai instansi, karena kemampuan berbahasa Inggris di atas rata-rata, Nunuk langsung diterima di sebuah lembaga pengelolaan benda seni. Sejak saat itu pengetahuannya tentang seni terasah, terutama seni rupa.

"Selain bergelut dengan benda, kebiasaan membaca berbagai literatur tentang seni baik dari dalam dan luar negeri membuat pengetahuan saya semakin bertambah," papar istri dari Norisma Andhi Subagyo itu kepada Minggu Pagi belum lama ini.

Keterlibatan Nunuk dalam berbagai proyek seni rupa membuat intuisi seninya semakin kuat. Ia sering diajak kerjasama oleh para kurator seni. Oleh karena itu wajar jika sebagian orang menilai bahwa ia seorang seniman ataupun pakar. Selain itu, berbekal jejaring di kalangan komunitas seni, melalui Tirana House, ia ingin memfasilitasi karya-karya kreatif yang selama ini kurang terakomodasi.

"Sangat banyak teman seniman yang ingin menampilkan karya mereka, namun karena space terbatas tentu harus diseleksi terlebih dahulu," ujar wanita yang lebih suka disebut sebagai art manager daripada kurator itu.

Tidak hanya memberikan wadah berekspresi untuk para seniman, Nunuk juga menjadikan tempat bisnisnya sebagai sarana berkampanye. Terutama kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya adalah program "Little Act for Greener Jogja". Gagasan itu ia wujudukan sebagai usaha mengambil peran dalam membangun Yogyakarta menjadi kota yang lebih ramah lingkungan.

"Melalui konsep Sustainability Consumption & Production kami mencoba mengurangi pemakaian plastik, menghindari pemakaian energi yang tidak perlu, serta melakukan kampanye-kampanye kecil dalam kegiatan promosi, " ungkapnya.

Menurut ibunda dari Abel tersebut, cara yang dillakukan antara lain menggunakan lampu hemat listrik seperti LED, mengurangi pemakaian lampu hanya ketika ada pengunjung datang, mengatur suhu AC antara 22-25derajat celcius, mengumpulkan sampah-sampah botol plastik dari bekas minuman customer, mengajak pelanggan membawa gelas sendiri, serta menghadirkan makanan lokal non MSG.  Fajar.