Thursday, April 05, 2018

Mengenal Kopi

Mengenal Kopi
Single Origin @TiranaKitchen

·       

       Arabika Bali KintamaniKopi bali kintamani dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam didataran tinggi Kintamani dengan ketinggian diatas 900 mdpl. Kawasan Kintamani berada dilereng Gunung Berapi Batur. Dengan jenis tanah Entisel dan Inceptisol (Regusol). Kawasan ini memiliki udara yang dingin dan kering dengan curah hujan yang banyak selama 6-7 bulan musim hujan. Tanaman-tanaman kopi arabika terbentuk dari varietas-varietas terseleksi. Pohon kopi ditanam dibawah pohon penaung dan dikombinasikan dengan tanaman lain dan dikelola serta diberi pupuk organik. Kopi ini memiliki citarasa yang khas yakni aroma citrus dengan tingkat keasaman yang rendah, sehingga banyak diminati oleh konsumen Internasional. Kopi bali kintamani memiliki tingkat keasaman yang mencukupi dengan aroma fruity (jeruk) yang kuat dan tidak terlalu pahit (bitter).
·       

       Arabika TorajaKopi Toraja yang terletak di Kabupaten Sulawesi Selatan tumbuh di lereng gunung sesean dengan memiliki ketinggian 1400-2100 mdpl. Kopi Toraja memiliki cita rasa notes herbal dan cinnamon, body yang full, keasaman ringan yang segar seperti apel hijau, anggur atau strawberry. Plus after taste seperti cokelat.


·       Arabika Java ArjunoKopi Arabika Arjuno di tanam di lereng Gunung Arjuno Malang, Jawa Timur dengan rata rata ketinggian 1200-1300 mdpl. Proses pasca panen natural. Dengan proses roasting medium kopi arjuno memiliki notes sweaty, fruity, sedikit asam, body kental dan sedikit nutty.


·       
      Arabika Flores BajawaDi dataran tinggi Ngadha Kecamatan Bajawa, kopi ditanam pada ketiggian antara 1000 – 1550 mdpl. pada tanah vulkanik jenis Andosol yang subur dengan suhu udara rata-rata 15 – 25 ºC dan pada saat-saat tertentu suhu udara bisa mencapai (< 10 ºC). Kopi arabika Flores Bajawa mempunyai cita rasa notes secara umum memiliki komponen-komponen citarasa utama sebagai berikut: bau kopi bubuk kering (fragrance) dan bau kopi seduhan (aroma) kuat bernuansa bau bunga (floral), perisa (flavor) enak dan kuat, kekentalan (body) sedang sampai kental, keasaman (acidity) sedang, serta kesan rasa manis (sweety) kuat.


·       
       Arabika Ijen RaungDitanam di lereng Gunung Ijen Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso. Dengan ketinggian 900-1500 mdpl. Proses pasca panen natural, semi wash, full wash dan honey. Varietas kopi: linie S bourbon dan catura, dengan level roasting medium to bold memiliki notes sweetness, floral dan sedikit acidity.


·       Arabika Papua Lemba BaliemDi tanam di lembah Baliem dengan ketinggian 1400-2000 mdpl dengan proses pasca panen wet dan dry. Level roasting medium dengan notes mocca, saltty tipis, manis body bold.


·      \
           Arabika Aceh GayoDitanam di lereng Gunung Gerdong dengan ketinggian 1300-1500 mdpl. Varietas kopi bourbon, proses pasca panen wash. Level roasting medium to bold dengan notes spicy, nutty, sedikit fruity dan floral.
·       Robusta TemanggungTumbuh di lereng Gunung Sumbing Sindoro dengan ketinggian dibawah 800 mdpl dan memiliki suhu 21-24 derajat celcius. Bercita rasa lebih seperti cokelat dan memiliki bau khas yang cenderung manis.
·       Robusta DampitDitanam di dataran Gunung Semeru tepatnya kecamatan dampit dengan ketinggian kurang lebih 900mdpl. Kopi robusta dampit umumnya dry proses. aroma yang dapat tercium terutama dalam proses penggilingan adalah wangi karamel serta milk chocolate dan full body (kekentalan yang penuh) ditambahkan acidity yang rendah  dengan sensasi akhir rasa karamel dan sedikit aroma earthy yang terasa dan tercium cukup lama.
More coffee stories at
Tirana Art House and Kitchen
Jl Suryodiningratan 55 Yogyakarta
Open daily 09.00-24.00 WIB
IG @TiranaKitchen

Post a Comment