Friday, July 19, 2013

H.O.Pe/Hyper.Over. Premature | thedeoMIXBLOOD








H.O.Pe | Hyper.Over.Premature
Pameran seni visual eksperimental custom toys
karya thedeoMIXBLOOD
ViaVia Café Traveller | Jl Prawirotaman No 30 Yogyakarta
24 Juli – 20 Agustus 2013
Pembukaan: Rabu, 24 Juli 2013 pk. 8 malam
Pameran dibuka oleh Agung Kurniawan (seniman senior)
Penulis Katie Bruhn (peneliti & penulis asal Amerika)
Diorganize oleh Tirana Art Management


Tulisan pengantar pameran oleh Nunuk Ambarwati

ThedeoMIXBLOOD dikenal sebagai duo seniman yang gemar mengutak-atik, me-recylce atau mengolah kembali (custom) mainan lama atau baru menjadi mainan versi mereka sendiri. ThedeoMIXBLOOD terdiri dari Fahla F. Lotan atau Dila dan R Bonar Diat Senan Putro (Otong). Dila saat ini masih menempuh studi jurusan fotografi di ISI, Yogyakarta; sementara Otong merupakan lulusan Seni Rupa ISI, Surakarta. Keduanya berpadu (mix blood) dan bergabung menjadi satu karena kesamaan minat terhadap dunia fantasi, dunia anak-anak dan custom toys.
Pameran tunggal mereka kali ini, merupakan pameran tunggal kedua yang mengambil tema ‘H.O.Pe’ atau ‘Hyper.Over.Premature’. Pameran tunggal terakhir mereka di tahun 2011 dengan tema ‘Introvertasy Phobia’ dipamerkan di Kedai Kebun Forum, Yogyakarta. H.O.Pe bisa diartikan sebagai harapan, dimana melalui karya-karya mereka ini, thedeoMIXBLOOD ingin mengajak setiap individu untuk selalu memantapkan mereka pada harapan-harapan yang positif. Kenapa hyper? Karena memang karakter karya thedeoMIXBLOOD yang selalu membuat setiap karya terkesan dilebih-lebihkan. Figur-figur yang mereka ciptakan dibuat sedemikian rupa hingga terdeformasi secara asimetris.

H.O.Pe bagi mereka adalah sebuah pemaknaan terhadap kehidupan. Dalam proses mereka membuat karya untuk pameran kali ini, mereka menemukan berbagai pengalaman yang berbeda dari sebelumnya. Selain mereka menggunakan media baru yang mereka istilahkan sendiri dengan sebutan "klepiderma". Mereka pun melihat segala hal dari sudut yang lebih beragam dan kompleks. Menyadari kehidupan berawal dari kelahiran  yang didalamnya sudah disisipkan harapan-harapan. Tapi sebelum menginjak pada proses kelahiran, rencana merupakan hal yang lebih awal berada dibalik itu. Mengutip dari Surat An-Nahl ayat 19 disebutkan "Dan Allah tahu apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan (And Allah knows what you conceal and what you reveal"). Surat An Nahl ayat 19 ini menjadi pondasi mereka dalam mengerjakan setiap karya dalam pameran ini.

H.O.Pe memasukan mimpi, harapan, hingga hasil yang menjadi lebih dari rencana dan dugaan awal; juga hal-hal baru yang lahir lebih dulu, yang terkesan 'premature'. Dari segala hal yang kompleks itu, mereka pun secara tidak langsung digiring begitu saja kedalam jejakan-jejakan lain yang lebih yaitu tradisi hingga spiritual. Mereka pun menemukan sebuah surat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang kehidupan secara menyeluruh (menurut mereka). An-Nahl yang sering disebut surat lebah, menerangkan kekayaan alam, yang akhirnya ada sebuah penjelasan tentang keistimewaan lebah. Mereka mengambil spirit-spirit tersebut, terutama keunikan bentuk segi enam dari sarang lebah yang ternyata bagi mereka dimaknai sebagai sebuah simbol kekuatan, saling berhubungan, saling berkait satu sama lain. Dan ternyata spirit dari sarang lebah tersebut mereka gunakan pada kontruksi dasar elemen baru mereka yaitu 'klepiderma'. 

Klepiderma sendiri bagaikan sel-sel jaringan yang menguatkan 'tubuh' itu sendiri menjadi kokoh. thedeoMIXBLOOD tidak berusaha membawa hal-hal yang terkesan sangat religius kedalam pameran HOPe ini, bagi mereka surat An-Nahl tersebut menjadikan spirit inter personal mereka selama proses berkarya. Dan dasar dari semuanya adalah kehidupan secara utuh dengan segala elemen didalamnya yang saling berkaitan. ‘Klepiderma’ berangkat dari klep-klep lempengan besi yang mereka susun, membentuk segi enam dan kemudian mereka rangkai sedemikian rupa membentuk figure-figur tertentu. Figur-figur ini kemudian dilengkapi dengan kaki, tangan atau kepala yang diambil dari mainan-mainan baru atau bekas. Perhatikan setiap muka dari setiap figur yang mereka bangun. Gambaran mukanya masih mereka olah lagi tiap detailnya dengan teknik digital print sehingga terkesan si figur memiliki dua karakter yang berbeda. Misalnya, muka seperti Salvador Dali, tetapi mata dan mulutnya Buto Cakil. Gambaran ini ingin mereka tunjukkan bahwa setiap person yang kita temui, kita tidak pernah tahu apakah mereka orang baik atau sebaliknya. 

Atau pada karya instalasi berjudul ‘Incubator Absolution’, ada gambaran Gunungan didalam boks tranparan. Dimana Gunungan kita kenal di dunia pewayangan sebagai simbol awal kehidupan atau simbol dimulainya cerita ‘kehidupan’. Sehingga kita tetap menemukan unsur tradisi dalam karya thedeoMIXBLOOD kali ini. Dimana mereka ingin menyampaikan pesan agar dimana pun kita hidup atau tinggal tetap menjaga akar budaya, tradisi dan karakter yang kita punyai.

Sementara pada karya ‘Glory Immortality’ yang digunakan sebagai brand image materi publikasi ini. Mereka menggambarkan atau menginginkan agar manusia bisa hidup abadi. Apa yang sudah ada sekarang ini abadi. Kalau perlu tidak usah menambah jumlah populasi manusia, sudah cukup seperti sekarang ini saja. Khawatirnya jika nambah, persoalan kehidupan menjadi lebih rumit. Yang sekarang saja sedemikian kompleksnya, apalagi ditambah dengan pertumbuhan manusia yang semakin tak menentu .

Bentuk-bentuk karya thedeoMIXBLOOD kali ini berbeda dari sebelumnya. Dimana pada karya sebelumnya, thedeoMIXBLOOD banyak menggunakan materi kain, dacron (atau lebih dikenal dengan soft toys) dan teknik menjahit untuk menyatukan karakter mainan. Namun yang sekarang, karya-karya mereka terkesan solid, keras dan menggunakan mur dan baut untuk menyatukan satu dengan yang lainnya. Ke 15 karya yang ditampilkan kali ini terlahir dari perjalanan fantasi dan dialog imajiner mereka masing-masing yang menjadikan figur-figur baru ini tumbuh semakin hiperbola (hyper over). Dari ke 15 karya tersebut, ada pula karya yang merupakan recycle dari karya mereka sebelumnya. Jadi karya lama, mereka olah kembali dan menjadi karya baru dengan gagasan yang lebih matang.

Mereka mengaku mengerjakannya semuanya serba spontan, liar melompat-lompat di kepala mereka. Sehingga mereka pun tidak tahu hasil akhir tiap karya akan berbentuk final seperti apa. Mereka tak pernah membuat sketsa terlebih dahulu untuk merencanakan karyanya. Berdua, Dila dan Otong, melakukan brainstorming gagasan disepanjang mereka berproses, menemukan mainan di toko dan kemudian mulai mengerjakannya di studio kecil berukuran 3 x 3 m yang penuh sesak dengan partikel-partikel mainan, kanvas dan peralatan gambar. Elemen baru yang mereka gunakan saat ini sebagai pelengkap rangkaian mainan-mainan mereka, memberikan tantangan sekaligus warna berbeda dari biasanya. Proses mereka beradaptasi dengan elemen baru tersebutlah yang menurut mereka memperkaya proses mereka dalam menciptakan karakter-karakter baru dalam karya-karya mereka.




H.O.Pe
by Katie Bruhn

H.O.Pe – “Hyper-Over-Premature” presents the work of thedeoMIXBLOOD, a dynamic duo comprised of artists Dila and Otong. Through their art, thedeoMIXBLOOD attempt to do something unique and eye-catching - expressing themselves through the creation of ‘custom made toys.’ For this exhibition Dila and Otong move away from the previous style of their work creating something more complex, inspired by simple life events and a desire for new experience.

In a world where mass media and rapid processes of globalization impact the mindset and expression of young people, Dila and Otong demonstrate a different, refreshing example of how young artists in Jogjakarta find inspiration essential for the development of their work. While Dila and Otong do not intend H.O.Pe to express particular religious ideals, a passage from the Al-Quran served as an important influence for the growth, literally in this case, of the artwork displayed in this exhibition. This passage, which states, “Allah knows what you conceal and what you reveal,” expressed through the production of creatures that are both in a state of flux and transformation has the ability to serve as a reminder to all of us that it is through the strength of personal relationships and mutual support that something positive can be made.

The significance of this passage for thedeoMIXBLOOD lies in its more common reference as “surat lebah” or “the bee,”which tells of nature’s richness and the unique quality of the bumblebee as a creature that lives harmoniously within the structure of the beehive, created by six-sided cells that for thedeoMIXBLOOD are a symbol of strength. Taking the spirit of this passage and the strength of the bumblebee, thedeoMIXBLOOD chose to explore the possibility of a new yet, simple material that allowed them to create six sided structures like those that comprise the walls of the bumblebee’s hive. By creating metal structures out of picture frame clips, combined with various parts of used toys, thedeoMIXBLOOD create creatures that are in one way born into a new form. The interconnected structures that shape the work in this exhibition is referred to by Dila and Otong as “klepiderma,” which can be seen as a structure that makes the body of thedeoMIXBLOOD’s creatures strong.

The figures presented in this exhibition range in size, shape, and stage of their own transformation. It is here that the idea of “H.O.Pe” or “Hyper-Over-PrematurE” is expressed. In life one does not know what the future holds. At times we receive a great deal more than we hope for while at other times things do not turn out as expected. It is here that we view the strength of the klepiderma and the “surat lebah” reminding of us of the strength that we receive from and are able to give to others.

Informasi, reservasi & minat karya, silakan hubungi:
Tirana Art Management
CP: Nunuk Ambarwati
Jl Suryodiningratan No 53-55 Yogyakarta 55141
ph. 0274 411615, 081 827 7073
e.
tiranahouse@yahoo.com, qnansha@yahoo.com
@TIRANAHOUSE @nunukambarwati
http://q-nansha.blogspot.com
www.facebook.com/TIRANAHOUSE
 
Post a Comment