Friday, May 24, 2019

Death: Kartu "Bad Boys"

Dulu, dalam jangka waktu cukup lama - saya sering ingin melupakan hari ulang tahun saya sendiri. Saya tidak mau ada perayaan, paling tidak suka ada surprise party, saya ingin lupa bahwa ada hari dimana saya dilahirkan. Mengapa? Karena hampir setiap menjelang dan bahkan tepat di hari ulang tahun, saya malah mendapatkan kejadian tidak menyenangkan atau bad luck. Ternyata hal ini berlaku sama dengan adik ipar saya.

Pada akhirnya, saya sudah bisa berdamai dengan diri saya sendiri. Saya sudah bisa menghargai dan mengapresiasi hari ulang tahun saya sendiri. Buat saya, hari ulang tahun adalah bentuk penghargaan saya kepada Ibu yang telah melahirkan saya. Semua doa dan harapan yang dipanjatkan saat hari ulang tahun saya adalah juga untuk Ibu saya. Maka, demikianlah yang saya sampaikan kepada adik ipar saya. Supaya ia juga bisa menghargai hari bermakna dalam kehidupannya.

Lalu apa hubungannya prolog cerita saya di paragraf awal dengan kartu tarot Death? Kartu Death mungkin menjadi kartu paling ditakuti selain kartu The Tower dan Three of Swords. Secara penampilan, kartu Death juga tergambarkan secara tidak menarik. Bahkan ada yang menyebut kartu-kartu ini sebagai "bad boys" (anak bandel). Saya sertakan juga beberapa desain kartu Death pada deck Tarot dari berbagai sumber. Tetapi meskipun "bad boys" pastinya mereka punya sisi baiknya. Demikian sebaliknya, kartu yang bagus pun pasti ada hal yang harus kita waspadai.



Maka buat saya, hari ulang tahun yang bad luck itu saya maknai sebagai sebuah kelahiran kembali. Seperti makna kartu Death, ia mewakili gerakan maju dalam kehidupan dan pertumbuhan yang menyertai perubahan lebih baik. Biasanya memang menyakitkan tapi kita akan melihat pentingnya perubahan tersebut.

Tidak ada yang perlu ditakutkan dari kemunculan kartu Death ini. Kartu Death (Kematian) - adalah urutan ke 13 dari deretan Mayor Arcana. Kartu ini juga sering disalahpahami.  Ia bukanlah berarti kematian secara fisik. Kartu ini justru yang paling positif di seluruh deretan kartu tarot. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.

Death memiliki elemen perubahan mendadak dan tak terduga. Biasanya menyiratkan akhir, mungkin tentang hubungan atau minat. Kartu ini memiliki arti bahwa satu fase utama dalam hidup Anda akan berakhir dan fase baru akan dimulai. Versi lama Anda perlu "mati" untuk memungkinkan Anda yang baru ada. Ini harus dilalui.

Bahkan, dalam sisi bacaan angka 13, selanjutnya dibaca 1+3=4 yang memposisikan kartu ini pun mengartikan angka 4 sebagai stabilitas, keamanan, keselamatan dan kebutuhan untuk menjaga hidup seimbang.  

Berikut adalah pembacaan kartu tarot Death yang dimaknai sebagai hasil dan saran, manakah yang tepat untuk Anda?
* Melepaskan kebiasaan lama dan gagasan yang ketinggalan zaman.
* Pindah ke tempat lain.
* Akhir alami dari suatu siklus kehidupan.
* Situasi yang buruk akan segera berakhir.
* Bergerak maju, terbuka untuk pertumbuhan.
* Merangkul perubahan dan transformasi
* Mengatasi sesuatu.
* Menutup periode dan memulai yang baru.
Bagian penting dari kartu ini adalah kita diminta belajar terus maju dalam kehidupan.


Konsultasi Personal Tarot Reading
* Online, Meet Up, Event
bersama Nunuk Ambarwati
IG @nnk_tarot
Twitter @nunukambarwati
WA  081-827-7073

Referensi:
www.biddytarot.com
www.healingtarot.net

BACA JUGA
Kisah tentang dinamika seorang tarot reader di https://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/cerita-tentang-tarot-reader.html

Apa saja yang bisa mempengaruhi pembacaan kartu tarot? Baca di https://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/tentang-tarot.html

Kenapa takut dengan tarot? https://nunukambarwati.blogspot.com/2019/04/kenapa-takut-dengan-tarot.html


Friday, May 17, 2019

Cerita tentang Tarot Reader

Berikut adalah cerita yang saya kumpulkan dari para Tarot Reader (jasa pembaca kartu Tarot). Saya sendiri sebagai seorang Tarot Reader (sejak Agustus 2018) - tentunya bersentuhan dengan para Tarot Reader lain. Frekuensi atau energi semesta mempertemukan kami melalui apa saja. Lalu kami saling bertukar informasi perihal profesi ini.

Sebagai seorang Tarot Reader, bagi kami adalah bukan profesi main-main. Profesi ini juga memiliki hak, tanggung jawab dan konsekuensi. Haknya antara lain bisa menolak klien dengan pertimbangan tertentu, dia juga berhak mendapatkan bayaran sesuai tarif yang diberlakukan. Sementara tanggung jawabnya antara lain melayani klien sebaiknya-baiknya, menjaga etika profesi dan seterusnya. Sedangkan konsekuensi dari profesi ini bisa beragam, antara lain mengalami ketidakseimbangan energi dalam tubuh Karena bersinggungan dengan energi klien. Dalam beberapa treatment, seorang Tarot Reader harus bisa kembali menyelaraskan energi mereka sendiri dengan caranya masing-masing. Ada yang istirahat tidak menerima jasa tarot selama 1-2 hari, ada juga yang cukup dengan istirahat tidur, ada juga yang melakukan puasa untuk membersihkan diri dari energi negatif.

Dari uraian diatas, maka profesi Tarot Reader bukan hanya soal “main kartu” seperti kebanyakan mindset yang berkembang pada kebanyakan khalayak. Ia juga menanggung beban pekerjaan seperti layaknya profesi lainnya. Karena beban pekerjaan tersebut beberapa Tarot Reader ada yang memutuskan untuk menyudahi profesinya dan berganti profesi lain. Ganti profesi ini bisa berubah 180 derajat berbeda sama sekali atau ganti profesi tapi senada.

Beberapa Tarot Reader yang saya temui, beberapa diantaranya memiliki bekal ilmu psikologi. Awalnya mereka memang Tarot Reader, seiring berjalannya waktu, mereka lebih nyaman melayani klien dengan ilmu yang mereka pelajari, sehingga beralih profesi menjadi Psikolog. Ada pula Tarot Reader yang sudah praktek selama sewindu, akhirnya memutuskan menyudahi profesinya itu karena ia merasa beban mental terlalu berat akibat mendengarkan problema para kliennya. Akhirnya ia memilih profesi yang lain yakni berniaga. Seorang Tarot Reader lain yang saya temui, menyampaikan ia memutuskan untuk tidak membuka praktek membuka kartu Tarot Karena ia lebih nyaman dengan dirinya saat Ini dengan mendengarkan cerita hidup orang lain. Sementara seorang teman cerita langsung kapok dengan kartu Tarot dan tidak mau lanjut membuka kartu Tarot; karena ia pernah membuka kartu untuk dirinya sendiri dan ternyata kejadiannya benar terjadi.

Demikianlah, sekelumit cerita tentang profesi Tarot Reader. Melalui tulisan Ini, saya juga berharap untuk bisa membantu mengubah mindset bahwa Tarot Reader itu hanya sebatas “main kartu”, juga konotasi negatif dengan sebutan “dukun”. Tarot Reader sebagai profesi dia juga memiliki hak, tanggung jawab dan konsekuensi yang harus saling dihargai antara pengguna dan penyedia jasa Ini.

BACA JUGA

Kenapa takut dengan Tarot?
http://nunukambarwati.blogspot.com/2019/04/kenapa-takut-dengan-tarot.html

Tentang Tarot: Apa yang mempengaruhi hasil pembacaan tarot dan ketepatan prediksi
http://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/tentang-tarot.html

Kartu Death sebagai kartu yang sering disalahpahami, baca selengkapnya di
https://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/death-kartu-bad-boys.html

Konsultasi Personal Tarot Reading
* Online, Meet Up, Event
Bersama Nunuk Ambarwati
IG @nnk_tarot 
WA 081-827-7073




Thursday, May 09, 2019

Tentang Tarot

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa mempengaruhi pembacaan tarot berdasarkan pengalaman saya selama ini.

* Emosi klien yang tidak stabil.
Sebaiknya ketika membaca tarot dalam keadaan tenang, tidak panik atau takut. Bila sedang tidak stabil, tenangkan dulu hati, pikiran dan jiwa Anda. Beberapa klien mengaku merasa takut sebelum dibacakan tarot karena berbagai hal dan mitos yang berkembang. Seorang Tarot Reader yang baik, dia akan membantu klien nya untuk menyelaraskan emosi dan logika, jiwa dan pikiran. Juga menetralisir penyebab rasa takut. 

* Saling percaya.
Antara klien dan Tarot Reader saling percaya. Klien bisa mengutarakan masalah tanpa rahasia yang ditutup-tutupi. Sama halnya dengan periksa ke dokter, Dokter akan tanya apa saja keluhan pasien, bila pasien jujur maka diagnosa Dokter akan lebih tepat sehingga bisa merekomendasikan pengobatan yang tepat pula.

* Fokuskan pertanyaan.
Bila pertanyaan kurang fokus, maka kartu yang keluar juga tidak bisa menjawab pertanyaan dengan lugas dan jelas.

Tentang Prediksi
Tentang ramalan prediksi masa depan dan mengenai waktu, tarot tidak bisa membaca 100%. Seberapa akuratkah? Sekitar 80%. Mengapa? Karena banyak faktor yang mempengaruhi. Antara lain karena faktor internal, yakni siklus kehidupan dan usaha dari manusia itu sendiri. Juga beberapa faktor eksternal, interaksi manusia dengan sekitarnya. Lagipula Tarot Reader bukanlah Tuhan, mereka hanya membantu memberikan, pemberitahuan (warning), cara pandang dan membuka kebenaran tersembunyi melalui media kartu Tarot.

Prediksi atau ramalan juga bisa berubah seiring usaha dan doa dari klien tersebut. Menurut saya pembacaan kartu tarot merupakan semacam pemberitahuan (warning) akan apa yang terjadi. Contoh, seorang klien membaca tarot hari ini, setelah dibacakan dia melakukan usaha-usaha tertentu atas hasil pembacaan tersebut. Sebulan kemudian dia membaca kembali dengan topik yang sama, bisa jadi hasil bacaanya sudah berubah karena dia telah melakukan berbagai usaha tersebut.

Tetapi ada juga seorang klien datang kepada saya bulan Januari, enam bulan sebelumnya dia juga melakukan pembacaan tarot bersama tarot reader lain; dengan topik yang sama, kartunya keluarnya sama. Dan dia mengakui bahwa memang dia tidak melakukan apa-apa selama enam bulan tersebut, maka saya sampaikan bahwa energi dan situasinya masih sama, maka keluar kartunya sama seperti enam bulan yang lalu.

BACA JUGA
Dinamika profesi Tarot Reader 
http://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/cerita-tentang-tarot-reader.html

Kenapa Takut dengan Tarot?
http://nunukambarwati.blogspot.com/2019/04/kenapa-takut-dengan-tarot.html

Kartu Death sebagai kartu yang sering disalahpahami, baca selengkapnya di
https://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/death-kartu-bad-boys.html

Konsultasi Personal Tarot Reading
bersama Nunuk Ambarwati
* Online, meet up, event
IG @nnk_tarot
Twitter @nunukambarwati
WA 081-827-7073 

Wednesday, April 10, 2019

Koleksi Kartu Tarot


Hadiah untuk diri sendiri :) Sebagai modal kerja profesi Tarot Reader dan menyemangati diri sendiri; saya membeli kartu tarot baru via Book Depository. Dan setelah menunggu sekitar 3 minggu, kartu tarot pesanan saya sampai di alamat. Yuhui 😘. Senaaaanngnya πŸ€—πŸ€ΈπŸ’ƒ


Karya-karya ilustrasinya berbasis cat air. Duh sukak banget. Christine Zillich menempuh studi visual komunikasi, grafis dan desain di Kassel Collage. Kemudian, dia melanjutkan studi di Italy, dimana dia bekerja dan hidup sebagai seniman untuk waktu yang lama.

Menurut mitos para Tarot Reader, bila punya kartu baru, artinya ilmu membaca tarotnya bertambah (= tambah pinter hehe). Logikanya secara psikologis, menambah semangat dan aura positif sang pembaca tarot. Karena kartunya baru dan gambar-gambarnya membuat pembaca tarot lebih ekspresif dan bergairah membaca.

πŸ’™ FOLLOW IG @nnk_tarot πŸ’™
Konsultasi Personal Tarot Reading
* Online, Meet Up, Event
bersama Nunuk Ambarwati
IG @nnk_tarot
Twitter @nunukambarwati
WA 081-827-7073

Wednesday, April 03, 2019

Kenapa takut dengan Tarot?

Banyak yang bilang ke saya, pingin dibacain pakai kartu tarot, tapi takut. Lalu saya tanya balik, yang ditakutkan apa? Nah, ketika ditanya balik seperti ini, kadang mereka malah tidak tahu apa sebenarnya yang membuat takut. Ketakutannya tidak jelas. Bisa jadi karena mindset yang dibangun publik selama ini, kalau tarot itu magis, kesannya horor banget, foto-fotonya juga biasanya gelap, para tarot readernya dandan dan membuat setting lokasi bacaanya mistis, bahkan ada juga yang pakai bau-bauan dupa gitu ya. Setiap Taort Reader punya gaya sendirilah, ingin membranding konsultasi tarotnya seperti apa. Itu hak mereka juga :) Kembali ke soal takut, ada juga yang menjawab, takut menerima kenyataan, takut kalau kartunya jelek. Baiklah, saya coba jelaskan disini. Simak yuk :)

Kalau bacaan tarot bersama saya, tidak menggunakan klenik, magis, dupa, menyan dan sejenisnya. Lalu bagaimana saya bisa membacakan tarot "teman bicara" (=klien) bahkan secara online? Kartu tarot itu hanya media saja. Yang menggerakkan kartunya adalah energi Anda sendiri. Dalam tarot itu ketika seseorang mengambil kartu atau kita membaca seseorang, hasilnya berdasarkan energi dari tubuh, pikiran dan kondisi mental atau jiwanya. Ketika membaca secara online, saya sebagai tarot reader, membutuhkan nama lengkap dan tahun lahir "teman bicara". Lalu saya akan mengocok kartu. Mengocok kartu ini saya gunakan juga untuk mensinergikan energi antara saya dengan "teman bicara". Biasanya kalau belum bersinergi, saya akan mengocok kartu lebih lama. Bila sudah merasa chemistry-nya oke, klik dan nyambung, saya baru menggelar kartu dengan kondisi tertutup.

Nah begitu ya, jadi bukan karena ada jinnya, kok kartunya bisa itu yang kebuka untuk dia. Tapi karena energi, semuanya itu berangkat dari alam bawah sadar seseorang. Kemudian sekarang tentang kartu bagus atau jelek. Menurut saya, semua kartu akan punya sisi baik dan sebaliknya. Bahkan ketika Anda mendapatkan kartu yang bagus pun, Anda tetap akan diingatkan untuk tetap waspada. Karena siklus kehidupan manusia tidak selamanya ada di atas. Suatu hari dia akan berada di bawah. Lalu bagaimana ketika mendapat kartu yang tidak bagus? Mungkin ini memang saatnya Anda harus menerima kenyataan. Tetapi juga tidak selamanya Anda mendapatkan hal tidak bagus, pasti ada pelangi usai badai, Biasanya juga saya akan membantu memberikan solusi, masukan atau kata-kata yang menyemangati.

Nah, masih takut sama tarot? :)

BACA JUGA

Tentang Tarot: Apa saja yang mempengaruhi hasil pembacaan tarot dan tentang ketepatan prediksi http://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/tentang-tarot.html

Cerita tentang dinamika profesi Tarot Reader http://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/cerita-tentang-tarot-reader.html

Kartu Death sebagai kartu yang sering disalahpahami, baca selengkapnya di
https://nunukambarwati.blogspot.com/2019/05/death-kartu-bad-boys.html

Konsultasi Personal Tarot
* Online, Meet Up, Event
Bersama Nunuk Ambarwati
IG @nnk_tarot 
Twitter @nunukambarwati
WA 081-827-7073

Tuesday, April 02, 2019

Background Tarot Reader


Saya mengerti sekarang, kenapa saya mendapatkan banyak ujian/cobaan, bahkan hingga usia sekarang. Saya juga mengerti sekarang, mengapa saya harus bertemu dengan teman-teman dari lingkaran ilmu psikologi. Profesiku di dunia seni rupa sejak tahun 1999, ternyata juga mendukung karena biasa membaca visual. Semua latar belakang itu, sangat membantu ketika saat ini saya berprofesi sebagai Tarot Reader.

Melalui ujian (=pengalaman hidup) itu banyak memberikan masukan bagaimana mengelola masalah dan emosi. Karena pernah mengalami langsung dan beberapa kasus sama dengan yang dikeluhkan klien, maka saya bisa menjawab berdasarkan pengalaman.

Ketika saya sudah memiliki anak, tentu memperkaya pengalaman saya di bidang yang baru. Bagaimana hubungan ibu dan anak. Juga tentang psikologi anak. Kebetulan saya dipertemukan dengan komunitas yang sangat peduli dengan perkembangan dan psikologi anak. Darisana saya juga banyak belajar tentang dunia parenting dan sekitarnya.

Pekerjaan di dunia seni rupa sebagai art manager (sejak tahun 1999), dimana saya diminta untuk peka membaca visual lukisan dan karya seniman-seniman. Memaknai artinya dan menuliskan kembali kepada publik; menjadikan saya lebih mudah membaca visualisasi kartu-kartu Tarot yang keluar.

Pekerjaan atau profesi Tarot Reader itu membutuhkan keahlian, paham tentang sejarah, psikologi, mengolah fokus dan energi. Dia juga membaca visualisasi kartu-kartu yang keluar. Kami juga belajar, belajar dari kehidupan juga dari teori-teori yang berkembang. Maka latar belakang saya sebelum menjadi tarot reader ini sangat mempermudah saya untuk lebih cepat belajar tentang kartu tarot.

Saya menyebut klien sebagai teman bicara, karena sebenarnya mereka membutuhkan teman bicara :) Mereka butuh dikuatkan, butuh didengarkan, butuh diperhatikan.

Terima kasih untuk testimoni nya para teman bicara saya. Terima kasih untuk apresiasinya selama ini.

Konsultasi personal tarot online
Bersama saya, Nunuk Ambarwati
Let's talk, WA untuk appointment 081-827-7073
IG @nnk_tarot 
Twitter @nunukambarwati

Monday, April 01, 2019

Konsultasi Personal Online Tarot



πŸ’™ Simak pembacaan kartu tarot setiap hari di http://jogja.tribunnews.com/lifestyle @tribunjogja bersama saya, Nunuk Ambarwati lG @nnk_tarot

πŸ’™ Konsultasi personal tarot online
Bersama saya, Nunuk Ambarwati
Let's talk, WA untuk appointment 081-827-7073
IG @nnk_tarot 
Twitter @nunukambarwati


Apa kabar? Sudah hampir mendekati akhir Maret ya. Kartu yang muncul mewarnai hari ini adalah Nine Wands (Sembilan Tongkat). Gambar pada kartu memang terlihat menyedihkan, tetapi kartu ini berarti ketahanan, keberanian, ketekunan, ujian iman dan balasan. Kartu ini juga menunjukkan kombinasi antara tantangan, harapan dan kemenangan.

Digambarkan seorang lelaki berwajah lemah memegang sebuah tongkat. Delapan tongkat lainnya berdiri tegak di belakangnya. Tongkat yang tegak ini melambangkan pertempuran yang menang. Lelaki itu terluka, tetapi ia tampak masih siaga siap bertempur di pertempuran berikutnya dan sangat ingin menang.

Orang lain mungkin mencoba menentang rencana Anda, mempersulit Anda, atau bahkan menyerang Anda. Seringkali mereka iri atau bahkan merasa takut dengan Anda, mereka sendiri merasa tidak aman karena Anda. Jangan biarkan semua itu menghalangi Anda. Jangan redupkan cahaya Anda karena rasa tak aman dari orang lain.

Makna dari kartu ini adalah masih ada harapan besar dan keberanian ketika Anda dihadapkan banyak masalah. Dengan tekad, kemauan, Anda mampu melalui banyak cobaan dan mampu mengatasinya, sehingga Anda dapat mencapai kesuksesan.
Saran kartu ini adalah menetapkan batas Anda dan melindungi garis-garis itu dengan keras. Jadi jangan lepaskan harapan dan impian Anda ketika Anda sudah begitu dekat untuk mewujudkannya. Berdiri teguh dalam menghadapi tantangan Anda.

Knight of Pentacles



Selamat datang April. Kartu hari ini yang muncul adalah Knight of Pentacles. Dalam gambar menunjukkan seorang ksatria duduk di atas kuda hitam. Dia menatap koin emas dalam genggaman. Kartu ini melambangkan energi muda, bersemangat dan mencintai kebebasan. Knight of Pentacles melihat ke depan dengan keyakinan diri yang tenang. Warna kuning di latar belakang adalah simbol kepercayaan diri dan menyiratkan pandangan yang cerah. Kuda hitam melambangkan kedewasaan, mandiri dan perasaan diri yang kuat.

Kartu ini mewakili sebuah tanggung jawab dan pekerjaan dengan kerja keras, konsistensi, dedikasi, komitmen untuk mencapai tujuan.

Kartu ini juga melambangkan bahwa Anda meluangkan waktu untuk membuat rencana, menilai resiko dan membangun kepercayaan sebelum mengambil tindakan. Ketika Anda hendak memulai proyek, melakukan investasi atau melakukan kerjasama - Anda mempertimbangkan masak-masak sebelum melakukan tindakan berikutnya.

Hanya saja ketika Anda diminta untuk membuat keputusan mendesak, Knight of Pentacles dapat menjadi penghalang. Karena kadang kita tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk berpikir terlalu lama. Perencanaan adalah suatu hal yang cermat tetapi menunggu terlalu lama dapat menyebabkan Anda kehilangan peluang.
Dalam bacaan cinta, untuk para lajang, kartu ini bisa berarti jauh di lubuk hati, Anda tidak terburu-buru menjalin komitmen. Anda ingin memastikan betul mengenali teman dekat Anda tersebut, bahwa ia adalah orang yang tepat.

http://jogja.tribunnews.com/2019/03/17/ramalan-tarot-hari-ini-minggu-17-maret-2019-konsistensi-dan-dedikasi-untuk-capai-tujuan?page=2

Selamat hari Minggu. Hari ini kartu yang keluar adalah Knight of Pentacles. Dalam gambar menunjukkan seorang ksatria duduk di atas kuda hitam. Dia menatap koin emas dalam genggaman. Dia diam dan tidak terburu-buru. Dalam jajaran kartu tarot, dia adalah ksatria yang paling giat bekerja, metodis dan teruji.

Kartu ini mewakili sebuah tanggung jawab dan pekerjaan dengan kerja keras, konsistensi, dedikasi, komitmen untuk mencapai tujuan.

Pada level ini, Anda dapat dipercaya dan diandalkan melakukan pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang dicapai, meskipun pekerjaan itu berulang, rutin dan terkesan membosankan. Motto dalam kartu ini adalah "semuanya dilakukan dengan lebih baik daripada dilakukan dengan cepat". Tetapi hati-hati, motto Anda tersebut justru membuat Anda terlalu perfeksionis atau lambat mengambil peluang.

Anda juga diminta untuk jangan terlalu cepat meninggalkan proyek atau "melompat" ke pekerjaan lain. Apa yang Anda lakukan bisa membuahkan hasil tetapi Anda harus konsisten, berdedikasi dan memiliki komitmen untuk mencapai hasil tersebut.

Dalam konteks hubungan cinta, kartu ini menyiratkan sebuah hubungan jangka panjang untuk yang sudah berkeluarga. Bila Anda sedang menjalani hubungan, dia tidak sedang ingin bergegas ke hubungan tingkat selanjutnya - karena saat ini dia lebih fokus ke pekerjaan daripada cinta Anda.

Konsultasi Personal 
Online Tarot Reading
bersama Nunuk Ambarwati
IG @nnk_tarot
Twitter @nunukambarwati
Chat WA only 081-827-7073

Tayang Perdana




Tayang perdana hari ini
Jumat 8 Maret 2019 @tribunjogja :)

http://jogja.tribunnews.com/2019/03/08/ramalan-tarot-hari-ini-jumat-8-maret-2019-jangan-menyerah-dan-terus-berkarya

Mulai tanggal 8 Maret 2019, saya akan mengisi rubrik Tarot Hari Ini (Tarot Today) di Tribun Jogja online http://Jogja.tribunnews.com/lifestyle . Terima kasih untuk kesempatannya bisa berbagi dengan publik lebih luas. Ikuti dan simak terus kontennya ya πŸ™.

Let's talk with me πŸ’™
Nunuk Ambarwati
Online tarot reading
WA untuk appointment 081-827-7073

Teman Bicara

TEMAN BICARA

Bulan Agustus 2018 lalu saya iseng aja ikut workshop tarot. Habisnya dipaksa-paksa ikut sama pematerinya, "Udah Mbak Nunuk ikut aja!", bujuknya. Oke deh ikut. Biasanya saya cuma fasilitator workshop, jadi bikin dan meng-organize workshop Karena memang tugas saya membuat event untuk meramaikan kafe tempat saya bekerja. Nah kali ini saya juga ikut jadi pesertanya.

Usai workshop dikasih pe er sama gurunya, buka kartu tarot tiap hari dan membaca diri sendiri. Kadang buka kadang enggak. Awal-awal sih rajin, lama kelamaan bolong, kadang ngga buka hehe.

Habis itu ditantangin sama gurunya, buat mulai baca untuk orang lain. Katanya aku sudah bisa kok. Tapi kok belum pede ya hiks. Sampai akhirnya, Selasa21 Januari 2019 (setelah 4 bulan usai workshop) aku beranikan diri buka konsultasi tarot untuk orang lain. Selama sebulan pertamap aku minta klien bayar seikhlasnya. Aku pingin tahu tingkat kepuasan klien dari bacaanku, dari biaya yang mereka bayarkan, paling tidak aku tahu penilaian mereka tentang bacaanku.

Mengapa online?
* Di jaman milenial sekarang, semua hal dipermudah dengan platform online.
* Efisiensi & efektivitas waktu, baik buat klien maupun saya semdiri.
* Meminimalisir energi negatif. Wah apa itu? Kalau tatap muka langsung, energi negatif klien bisa langsung terinfluence ke saya, nah kalau online ini bisa diminimalisir.
* Tarif (biaya) konsultasi online lebih murah dibanding ketemu langsung. Kalau ketemu kan butuh tempat, waktu khusus untuk diluangkan, biaya itu juga harus diperhatikan.


Dan wah antusiasnya banyak juga nih. Alhamdulillah, banyak yang pingin dibacain. Karena dengan sering membaca akan mengasah intuisi kita, begitu pesan guru tarot :) Setidaknya sehari 2 sampai 3 klien, lumayan hehe. Nah rata-rata mereka sebenarnya sudah tahu kok jawabannya. Kadang kurasa sebenarnya mereka hanya butuh pemantapan dan teman bicara. Pesan guruku, ketika aku mulai berani baca orang lain - yang penting yakin dan mantap, semesta akan mendukung. Terima kasih untuk klien pertama saya, Anda bagian dari sejarah karir saya di dunia tarot reading. Terima kasih guru yang sudah transfer ilmu dan masih dampingi sampai sekarang.

Mari, boleh WA 081-827-7073 untuk konsultasi tarot online bersama saya.

Konsultasi personal tarot online
Bersama saya, Nunuk Ambarwati
Let's talk, WA untuk appointment 081-827-7073
IG @nnk_tarot 
Twitter @nunukambarwati

Monday, January 07, 2019

Meja Makan

Di meja makan berbagai perbincangan bergulir dengan berbagai suasana. Meja makan kadang menjadi saksi bisu obrolan-obrolan silih berganti.

Kejadian ini saat aku sekolah dasar. Aku ingat betul bagaimana suatu hari aku menangis lalu Bapak bertanya kenapa. "Aku pingin tiap makan malam kita bareng, ngumpul", jawabku sesegukan. Esok hari Bapak mengabulkan keinginanku, padahal aku sudah lupa. Ya cuma sekali itu, hari selanjutnya kami kembali makan sendiri-sendiri seperti biasa. Karena meja makan di tempatku cuma untuk taruh makanan, bukan tempat untuk makan. Tapi cukup senang karena Bapak sudah ada niat mewujudkan apa yang kuminta.
Kejadian ini ketika aku sudah bekerja. Hampir tiap waktu makan siang, tanpa kesepakatan, kami (sekitar 5-7 orang) berkumpul di meja makan kayu panjang di kantor. Sambil menikmati waktu istirahat kurang lebih sejam, kami makan dan bergurau. Dan seringkali topiknya saru. Topik awal A, eh tahu-tahu saru. Bikin acara makan siang selalu seru!
Terima kasih untuk semua kenangan, kehangatan dan makanan yang enak di meja makan :)

Foto: Suasana makan malam di rumah Sahabat baik, Christine Effendy & keluarga. Terima kasih πŸ’™

@30haribercerita #30hbc1906 #30hbc19day6 #makanmalam #dinner #family #warmandcozy #enjoy #familyportrait #gathering #literasi

Friday, January 04, 2019

Biyung

Apa yang paling kamu ingat saat datang bulan pertama kali? Waktu itu, sekitar tahun 80'an ketika saya mendapatkan masa penting bagi kaum hawa tersebut; Ibu dengan sigap memberitahu cara pemakaian pembalut. Saya ingat betul, ibu memberi pembalut kain, bukan seperti jaman sekarang pembalut sekali pakai.

Nah seorang karib lama, Westani Agustin, biasa disapa Ani, ternyata mulai memproduksi pembalut kain sejak tahun 2016. Diberi label "Biyung". Membuat pembalut kain berawal dari sebuah project homeschooling dari 2 anak perempuannya. Yaitu membuat usaha yang dekat dengan mereka. Kala itu mulai bikin Biyung, saat anak-anaknya berusia 15 th & 12 th (SMP).

"Waktu mulai project bikin pembalut, kami pakai handuk & kaos bekas, untuk dipakai sendiri", katanya. Ketika akan dijual mereka eksplorasi bahan lagi. Jadinya sekarang pakai lapisan luar bawahnya dengan batik. Lapisan luar atas pakai bahan kaos halus. Lapisan dalam bawah : kain waterprove /PUL. Dan lapisan dalam atas : kain flanel tebal. Cara cuci & perawatan sama dengan cara cuci & perawatan pakaian dalam kita.

Mengapa memakai batik? Batik sebagai ciri khas produk Biyung dan pembeda dengan brand lain. Warna dan motifnya pun menarik sehingga bikin lebih semangat pemakainya. Dulu, Ani cukup memakai kain batik sisa dari usaha kerajinan sang adik. Sekarang, seturut permintaan yang banyak, akhirnya harus kulakan bahan batik.

Minat pasar cukup bagus perkembangannya. Kalau dulu di awal 2016 masih sedikit, akhir 2018 mendadak booming karena ada trend #zerowaste. Trend ini memang mengupayakan untuk meminimalisir sampah. Apalagi pembalut sekali pakai yang beredar sekarang adalah kategori sampah yang sulit terurai dalam waktu singkat (lebih dari 500 tahun, wow!).
.
.
"Biyung" bisa dibeli dengan harga sangat terjangkau, mulai Rp 25rb hingga Rp 100rban. .

"Biyung" dipakai untuk panggilan Ibu di beberapa daerah di Jawa. Bagi Ani, ia merasa nyaman dengan kata ini, terdengar sederhana & terasa dekat di telinga. Tak semata itu, Ani juga punya misi untuk menyayangi & menghormati ibu, perempuan, rahim & bumi, karena mereka sumber kehidupan manusia.

Pic courtesy @b.i.y.u.n.g
@30haribercerita @30hbc19day3

Wednesday, January 02, 2019

Kesayangan

Sejak kecil, saya sudah biasa bermain-main dengan kucing. Entah dipelihara atau tidak, saya lupa, banyak kucing di rumah. Saya dan adik perempuan punya kucing sendiri-sendiri. Kucing kampung biasa. Tapi kami senang sekali kala itu. Hingga suatu hari, adik perempuan saya sedih tak terkira, menangis terisak-isak, karena kucing kecilnya mati kecemplung gentong (= tempat menampung air). 

Setelah beranjak dewasa, hmm (mantan) pacar ternyata hobi pelihara kucing. Kucing kampung juga. Hitam legam, bulunya halus dan ganteng. Hingga suatu hari, saya sedih sekali, mendapati si hitam mati karena keracunan. Sepertinya ada tetangga yang tidak suka. Dan ini terjadi dua kali. Dua kali punya kucing, semua mati diracun tetangga :( :( .

Setelah menikah, hmm suami ternyata juga suka kucing. Kali ini kucing ras. Tentu lebih menggemaskan. Kami pelihara dari kecil hingga besar.

Hati kecil saya sudah menolak memelihara kucing, melihat beberapa kejadian diatas, sepertinya tangan saya tidak pas memelihara kucing, kucingnya pasti mati. Dan benar. Kucing ras yang kami pelihara sejak kecil mati mengenaskan, terlindas mobil tetangga. Ngerinya, saya melihatnya sendiri. Huhuhuhu...

Saya sudah kapok tidak mau pelihara kucing! Sedih... Tapi suami masih ambil kucing lagi untuk dipelihara. Kami beri nama Ceming. Kucing ras juga. Bulunya ada 3 warna. Sekarang ia sudah beranak tiga. Diantaranya yang di foto itu. Biar suami saja yang merawat, saya membatasi kedekatan saya dengan si Ceming; sepertinya saya membawa petaka buruk buat kucing-kucing itu. Hiks.

@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc1902 #30hbc19day2 #kucing #pets #cat #writingchallenge

Tuesday, January 01, 2019

Happy New Yeach

Hari pertama tahun baru 2019, diawali dengan bersih-bersih rumah dulu dong. Bikin kopi, habis itu buka kartu Tarot. Hah Tarot? Iya. Beberapa teman masih banyak yang ketakutan dengan jenis kartu ini. "Takut ah, ntar kartunya jelek!", katanya. Atau juga soal keyakinan, takut musyrik. Kalau pendapat saya, tiap kartu itu ada hal positif dan negatifnya. Hidup manusia ada siklusnya, kadang diatas kadang di bawah. Jadi tiap buka kartu, mencoba bijak menyikapinya.

Sejak ikut workshop Tarot Agustus tahun lalu, memang dapat pekerjaan rumah buka satu kartu tiap hari dan "membaca" diri sendiri. Tujuannya buat latihan. Karena memang kecermatan "membaca" kartu Tarot itu salah satunya mengenai jam terbang membaca. Ngga bisa langsung pinter hehe.

Belajar membaca kartu Tarot itu sama dengan menganalisis visual. Sama halnya ketika kita melihat lukisan. Dalam lukisan itu ada gambar apa aja, nah kemudian diartikan sesuai konteks pertanyaan.

Dan ternyata, kartu pertamaku yang keluar di awal tahun ini adalah Judgement (Penghakiman). Waaahh ini kartunya bagus! Happy deh. Kartu ini memiliki kata kunci: instrospeksi, pembaruan (kebangkitan), titik balik, ikuti kata hatimu untuk membuat sebuah keputusan serius, ini akan membantumu memberi perubahan besar dalam hidupmu. Wah pas banget ya dengan tema Tahun Baru :) Amin. Semoga ini jadi awal yang bagus untukku tahun 2019.

Selamat Tahun Baru 2019

#30haribercerita #30hbc19 #30hbc19day1 #30hbc1901 #happynewyear2019

Monday, December 31, 2018

Dari Pemandu Lokal Plaosan, Iduk Rambah Indonesia dengan Tekadnya

[ Profil ]

Dari Pemandu Lokal Plaosan, Iduk Rambah Indonesia dengan Tekadnya

Hallo Sobat #kitamudakreatif! Saatnya kita berkenalan langsung dengan pemandu wisata muda dari Prambanan yang kini sudah melanglang buana. Siapa dia?
Sri Murwani, gadis kelahiran Klaten, 30 Agustus 1985 ini biasa disapa Iduk. Gadis ini adalah salah satu pemandu muda dari kawasan Prambanan yang bergabung dengan Program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites dibawah dukungan UNESCO – Citi Foundation sejak fase pertama program diluncurkan di tahun 2017.

Iduk mengawali  debutnya  di ranah pemandu wisata dua tahun lalu. Kala itu dia mulai bekerja sebagai pemandu wisata lokal di Candi Plaosan  khususnya untuk wisatawan bahasa Perancis dan Inggris. Kini, ia tak hanya memandu satu tempat wisata saja tapi juga menjadi pemandu wisata dalam kota, antar propinsi hingga antar pulau (Bromo, Ijen, Pemuteran Bali) dan menjadi pemandu tur bersepeda hingga sekarang.
Baginya, dunia pariwisata adalah hal yang sangat menyenangkan, bisa piknik gratis, malah  dibayarin pula :) Tapi yang jelas, alasan utamanya menjadi pemandu itu penuh tantangan. Setiap hari harus belajar dan belajar, juga harus pandai menempatkan diri. Menariknya juga selalu bertemu orang-orang baru.
Sejak mengikuti program  #kitamudakreatif bersama UNESCO – Citi Foundation, banyak manfaat ia rasakan, antara lain memperluas jaringan, mengetahui dan memperoleh ilmu tentang manajemen keuangan, juga cara promosi jasa secara online/ marketing.
Harapannya tahun depan bisa memperluas usaha, tidak hanya di bidang pemandu tapi juga bisa membuka agen perjalanan sendiri.

#heritageforgeneration #youth #youthinspirations #youthmission #youthachievement #kitamudakreatif #YouthEmpowerment #youthdevelopment #youthwork #creative #creativelifehappylife #creativepreneur #unesco #creativeentrepreneur #creativebusiness #creativeideas #kitamuda #wirausaha #wirausahamuda #CitiIndonesia #CitibankIndonesia #CitiPeka #CitiPeduliBerkarya #CitiVolunteers #unescojakarta #cintaibudayamu

Saturday, November 10, 2018

Selat Solo Joglo

SELAT SOLO JOGLO

Open order
Silakan order online via WA 081-827-7073.

Ibu sebenarnya pinter di bidang kuliner, tapi ibu lebih suka menjahit 😊. Ibu dan bapak berasal dari kota Solo. Dengan rendah hati, kami putri-putrinya, mencoba memperkenalkan salah satu menu khas Solo dengan resep turun temurun keluarga.

Yang membuat spesial adalah mayonaise terbuat dari kuning telur utuh. Daging sapi kami sajikan asli. Monggo, silakan dicicipi. Matursuwun πŸ™

Monday, October 29, 2018

Laporan Akustik Asyik

"Akustik Asyik" - Business Project Bintang Tanatimur
Tirana Kitchen | 20.10.2018


Aksi Bintang Tanatimur (13th) seperti ini patut dicontoh, meskipun karena tugas sekolah; Bintang memilih berniaga dengan menggelar aksi musik & menggalang dukungan dana untuk korban bencana di Palu. Teman sekelas Bintang yang lain ada yang memilih berjualan makanan, menjual jasa cuci motor dan cuci piring. Bintang, seperti halnya teman sekelasnya, mendapatkan modal Rp 10rb dari sekolah, dengan modal tersebut ia harus berniaga untuk mendapatkan laba halal Rp 100rb dalam kurun waktu 2 bulan. Uang tersebut digunakan untuk keperluan sekolah. Tugas sekolah ini upaya agar anak mengembangkan jiwa kewirausahaannya.

Begini Bintang membuat aksinya, Bintang menyiapkan lagu yang akan dinyanyikannya sendiri dengan bermain gitar. Bintang juga mengundang sepupunya dan ayahnya menjadi bintang tamu di acara tersebut dengan memainkan beberapa lagu. Selama berlangsungnya acara, sepupu Bintang yang lain membagikan amplop kosong. Setelah acara selesai, amplop dikembalikan. Acara berlangsung sekitar 2 jam, diselingi antara menyanyi dengan sambutan, testimoni dan harapan untuk Bintang. Dihadiri sekitar 50 kolega Bintang dan keluarganya. Ada pula beberapa undangan yang tidak hadir saat acara tersebut dan mengirim uang melalui transfer langsung ke rekening Bintang. Bintang sendiri yang membuka amplop dan cek berapa jumlah uang yang ia terima.

Bagi saya, ini tidak semata-mata tugas sekolah. Kita bisa melihat bagaimana peran orang tua dan keluarga sangat bersinergi agar anak bisa menyelesaikan tugasnya. Orang tua dan keluarga Bintang mendukung penuh upaya niaga ini, menghubungkan ke saya (Tirana) untuk menyediakan ruang, mengundang kolega, menemani latihan, membantu menjadi bagian dari acara tersebut. Terlihat sangat didukung penuh.

Alhamdulillah Bintang mendapat jauh melebihi dari target, yaitu lebih dari Rp 3 Juta. Kelebihan tersebut ia sumbangkan untuk membantu temannya di Palu (lihat posting IG @nemu.buku). Sebuah perpustakaan, penggerak literasi di Palu yang ikut sebagai korban bencana gempa dan tsunami beberapa waktu lalu. Kebetulan penggerak Nemu Buku sudah dikenal oleh keluarga Bintang, sehingga sumbangan kepadanya benar-benar diberikan kepada pihak yang tepat sasaran. 

Saya yakin beberapa sekolah sudah menerapkan hal ini kepada anak didiknya. Membuat upaya-upaya kreatif dan asyik agar anak didiknya memiliki kepekaan entrepreneurship sejak dini.

Aksi Bintang tersebut membuat saya miris ketika beberapa hari setelahnya, saya mendengar cerita ada sebuah organisasi (beranggotakan orang dewasa dan produktif kerja) yang hendak menyelenggarakan acara, kemudian mereka mencari sumbangan dari kafe ke kafe. Cara mereka mencari sumbangan dengan "menjual nama" seseorang (sebut saja Pak X) yang mereka anggap bisa membuat pemilik kafe mengucurkan donasinya. Dari sekian kafe yang disasar, ada beberapa yang belum bisa memberikan donasinya. Dengar kabar, Pak X meminta laporan kafe mana saja yang tidak memberikan donasi. Kemudian kata Pak X, lihat saja nanti kita "mainkan" (artinya: akan kita kasih pelajaran). Trenyuh saya mendengar cerita ini. Sementara Bintang, notabene masih anak usia 13 tahun, dia melakukan upaya sedemikian rupa agar bisa mendapatkan uang Rp 100rb dan kelebihannya disumbangkan. Sementara organisasi yang saya ceritakan diatas melakukan aksi pengumpulan donasi dengan cara yang kurang etis. Semoga generasi-generasi Bintang dan seterusnya bisa mencari laba dengan kerja benar, kerja keras, kerja halal dan bermanfaat bagi banyak orang.




Sunday, October 21, 2018

Seni Abstrak Indonesia

SENI ABSTRAK INDONESIA
Hyatt Regency Yogyakarta, Oktober 2018

Abstrak dalam seni rupa berarti ciptaan-ciptaan yang terdiri dari susunan garis, bentuk dan warna yang sama sekali terbebas dari ilusi atas bentuk-bentuk di alam. Tetapi secara lebih umum, adalah seni dimana bentuk-bentuk alam itu bukan sebagai objek ataupun tema yang harus dibawakan, melainkan sebagai motif saja. Seni abstrak juga disebut sebagai seni nonrepresentasional. (Diksi Rupa, halaman 3).




Pameran Seni Abstrak Indonesia kali ini menghadirkan 4 perupa muda dengan latar belakang sosial, pendidikan dan budaya yang berbeda. Latar belakang tersebut akan menjadi bagian dari karakter abstrak mereka masing-masing. Arif Hanung T dengan tema landscape yang syahdu, sementara karya-karya Dedy Sufriadi menghadirkan karya abstrak ekspresionisme yang sangat kuat goresan catnya, nikmati pula karya Seppa Darsono dan Dwi Hariyanta yang lebih berani dengan komposisi warna, menampilkan figur dengan tema naif yang dekat dengan keseharian.

Arif Hanung T, "Homesick", 2016

Arif Hanung TS (Yogyakarta, 1990)
Pendidikan Sarjana Seni Rupa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Tahun 2008-2009 pertama kali Hanung menggunakan media kanvas dan cat akrilik. Hanung memiliki background fotografi, aktif juga seni pertunjukan, penikmat dan pernah bekerja di dunia film.
Karya-karyanya sangat terinspirasi dari pekerjaan yang pernah ia tekuni, yaitu matte painting (teknik layering) di dunia perfilman. Teknik-teknik fotografi tentang landscape sering ia pakai dalam teknik berkarya. Latar belakang Hanung lahir dan tumbuh di Majenang, kawasan agraris kaya landscape pegunungan dan masih sangat kental kekerabatannya. Dua hal ini membuatnya sangat menonjol menampilkan studi landscape pada karya-karyanya. Hanung lebih menyukai tema-tema alam dan dia lebih sering mengeksplorasi tema tersebut. Tak ada tendensi ingin menyuarakan sesuatu melalui karya-karya yang ia tampilkan saat ini. Murni bermain-main dengan bentuk lewat memori yang ia tuangkan dalam kanvas. Maka penikmat seni boleh memaknai karya Hanung dengan persepsi mereka sendiri. Penikmat seni diharapkan bisa mendapatkan ‘pesan rasa’ melalui goresan kuasnya, demikianlah bagaimana menikmati karya abstrak.

Dedy Sufriadi, "Ancient Figure, Mask and Neo Profile", 2016

Dedy Sufriadi (Palembang, 1976)
Pendidikan S2 Insitut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta (2013)
“Membaca perjalanan seni lukis abstrak saya, tidak bisa dilepaskan periode lukis sebelumnya. Karena periode inilah yang membuka ketertarikan dan pemahaman seni lukis abstrak yang sekarang dikerjakan”. (Kutipan pernyataan seniman dari Buku Soulscape: the Treasure of Spiritual Art, halaman 149).
Berasal dari Palembang di Sumatra Selatan, Dedy Sufriadi adalah anak kedua dari enam bersaudara dan mulai melukis dengan serius pada usia 15 tahun, saat masih di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR). Dari sana, ia melanjutkan belajar di Institut Seni Indonesia (ISI), mengambil jurusan seni lukis. Pada tahun 2013, ia mendapatkan gelar Master dari institusi yang sama.
Dedy serius mengkonsumsi buku sejak ia memulai pendidikan tinggi pada tahun 1995. Karena kesukaannya membaca, maka tak mengejutkan bahwa teks telah menjadi elemen yang sangat penting dalam karyanya. Dedy juga mencatat sifat teks yang ada di mana-mana, sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, mengutip fakta yang sering diabaikan bahwa kita diproses menjadi teks, dalam berbagai bentuk dan medium penyajiannya, di hampir setiap momen.
Di awal karirnya, dimana Dedy mendeskripsikan periode Eksistensialismenya (1998-2004), teks digunakan dalam lukisannya dengan cara yang dapat digambarkan sebagai pendamping untuk apa yang disajikan di kanvas.  Teks itu lebih berbeda, dan seseorang dapat secara visual melacak dan mengatakan secara lisan apa yang disajikan dengan mudah, mungkin telah dikaburkan.
Karya seni Dedy pada dasarnya membuat penikmat seni tidak hanya menghargai apa yang mereka lihat secara visual, tetapi tidak mengendalikan pemahaman kontekstual. Atribut ini dicapai dari penempatan teks secara multi layering dan acak, menciptakan kombinasi lintasan visual yang tak terhitung jumlahnya yang dapat dilihat oleh penikmat seni. Berbeda dengan buku, di mana teks disajikan dalam pengaturan penulis, karya seni Dedy memungkinkan pemirsa untuk secara bersamaan "membaca" dan menjadi penulis apa yang "dibaca".


Dwi Hariyanta (Bantul, 1976)
Pendidikan Sarjana Seni, Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta (2004)
Dwi Hariyanta, memulai berkarya sejak tahun 2003. Baginya, seni abstrak adalah media  kebebasan berkarya. Karyanya menghadirkan tema-tema sederhana, perihal kehidupan sehari-hari. Secara umum, karyanya banyak menyuarakan kegelisahan dirinya. Sebelumnya Dwi Hariyanta berkarya dengan aliran realis, sekitar tahun 2017 baru kemudian dia beralih ke seni abstrak. Picasso dan Andy Warhol adalah salah satu seniman yang menginspirasi karyanya.

Seppa Darsono, "Dulu Ikannya Melimpah", 2018

Seppa Darsono (Bantul, 1986)
Pendidikan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Yogyakarta (2006)
Seppa Darsono banyak menempa pengalaman dari pergaulan dirinya dengan berbagai kalangan, baik seniman maupun non seniman. Ia pernah membantu temannya sebagai jurnalis, menjadi artisan seniman patung dan sekarang membuat produksi video berdasarkan pesanan. Sebelumnya, Seppa Darsono berkutat dengan karya beraliran naif. Tahun 2015 baru ia beralih ke abstrak hingga kini.  Masih tampak kecenderungan naif dan abstrak yang menyatu apik dalam sapuan kuas di kanvasnya. Temanya pun tak jauh dari aktifitas yang ditemuinya. Karya berjudul “Penjual Ikan dari Pangandaran” terinspirasi dari Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti, setelah ia mengikuti liputan temannya sebagai jurnalis di Pangandaran. Cy Twombly, seorang seniman abstrak ekspresionisme asal Amerika menginspirasinya dalam berkarya selama ini. Menurutnya, perkembangan seni abstrak Indonesia saat ini sangat bagus dengan warna-warna kuat yang banyak ditampilkan para seniman abstrak Indonesia.




Akustik Asyik

BINTANG TANATIMUR #BusinessProject
“AKUSTIK ASYIK”
Tirana Art House & Kitchen
Jl. Suryodiningratan 55 Yogyakarta
Sabtu, 20 Oktober 2018 | Pk 19.00-20.00 WIB

Bulan Oktober ini, Bintang Tanatimur (13 tahun) mendapat tugas sekolah, SMP Islam Terpadu Alam “Nurul Islam” Godean Yogya (SALYO), berupa “Business Project”. Dengan modal Rp 10 ribu, (modal ini didapatkan dari sekolah) ia harus berniaga hingga mendapatkan laba Rp 100 ribu, dalam kurun waktu 2 bulan. Laba tersebut untuk biaya riset lapangan sebagai salah satu syarat kenaikan kelas. Hal ini berlaku sama untuk semua siswa kelas 7 di SALYO. Sekolah memberlakukan kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan bisnis untuk anak didiknya.

Hampir sebagian besar teman sekelas Bintang, memilih untuk berniaga dengan cara berjualan makanan atau minuman, ada pula yang menjual jasa cuci piring. Menarik dan halal tentu ya.... Sementara Bintang, lebih memilih bisnis entertainment. Apa itu? Ia akan melakukan pergelaran musik. Bintang akan menyanyikan 5 lagu. Kelima lagu tersebut telah dipersiapkan dengan baik. Bintang memilih lagu nasional, lagu daerah, lagu pop, dan lagu khusus didedikasikan bagi korban bencana. Strategi berbisnis telah Bintang pikirkan sebagai gimmick performance-nya, yakni menghadirkan “bintang tamu” dalam pertunjukannya. Siapakah “bintang tamu” tersebut? Adalah Rendra, sepupunya Bintang dan ayahnya sendiri, Mikke Susanto. Mikke Susanto dikenal sebagai kurator Istana Negara Indonesia juga dosen di ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta.

Selain bernyanyi, 5 lukisan terbaru Bintang akan didisplai pula sebagai bagian dari pertunjukan tersebut. Sebelumnya, Bintang memang lebih dikenal sebagai pelukis cilik. Beberapa kali pameran tunggal maupun pameran bersama telah ia gelar di Yogyakarta maupun luar kota. Karya-karya lukis Bintang menakjubkan banyak penggemarnya dan memiliki tempat di hati para kolektor. Maka pergelaran hari Sabtu nanti merupakan persembahan terbaik Bintang atas proyek bisnis dan juga atas konsistensinya di dunia seni.




Diharapkan dari pertunjukan ini akan terkumpul dana guna mencapai tujuan proyek ini. Bintang hanya memerlukan Rp 100 rb, jika hasil proyek ini melebihi target, akan didonasikan untuk korban gempa di Palu, demikian tekadnya. Mari dukung, dengan memberikan apresiasi dan donasi terbaik kita.




Guru (Udtazsah) Bintang

Thursday, August 23, 2018

Abad to Outerspace

Abad to Outerspace
Abad Tristan Sihgit, saya biasa memanggil anak laki-laki ini dengan nama Abad. Usianya baru 14 tahun. Menurut ayahnya, anak pertamanya ini sudah lancar membaca sejak usianya 4 tahun. Sejak itu, ia mulai dibelikan komik, cergam dan juga puzzle. Orang tuanya sangat memperhatikan perkembangan anak pertamanya ini. Seiring waktu, Abad semakin menyukai mainan puzzle, sehingga ayahnya bertambah sering membelikannya. Abad sangat sering bersentuhan dengan komik, cergam, dan juga puzzle, lalu menuangkan ekspresinya kedalam gambar. Ia kemudian mulai menggambar komik, bahkan lengkap dengan pengenalan karakter-karakternya. Figur-figur karakter imajinatif pun mulai muncul dari buah pikirannya. Figur-figur yang menyerupai hewan maupun manusia makin muncul dalam coretan-coretannya. Lama kelamaan, figur-figur tersebut ia isi dengan macam-macam bentuk bidang geometris. Ayahnya terus saja membiarkan anaknya ini untuk meng-eksplorasi gagasan-gagasannya selama beberapa tahun. Pada usia 13 tahun, Abad mulai berkarya di kanvas menggunakan cat akrilik dan karya-karyanya dipamerkan di Jogja Contemporary (pameran tunggal). Sejak saat itu, Abad semakin sering mengajak maupun diajak orang tuanya melihat acara-acara pameran seni di Yogyakarta, tujuannya adalah agar dapat terus mengembangkan gagasan dan karyanya.



Di pertengahan tahun 2018 ini, Abad kembali berpameran tunggal dengan karya-karya kanvasnya. Akhir-akhir ini, Abad sangat menyukai film-film bertemakan luar angkasa. Pada pameran kali ini, Abad ingin menuangkan ketertarikannya dengan benda/makhluk luar angkasa. Abad memilih OUTERSPACE sebagai judul pameran tunggalnya ini. Istilah outerspace ini tidak muncul begitu saja, awalnya secara tidak sengaja, ia menonton salah satu video musik beatbox di channel youtube, ia melihat judul beatbox itu, disana tertulis “beatbox to outerspace” (https://www.youtube.com/watch?v=TIwdANwJY28). Maka diputuskanlah istilah ini menjadi judul pamerannya. Tirana Arthouse and Kitchen menjadi tempat pilihan diselenggarakannya pameran ini.
Outerspace dirasakan Abad bisa mewakili imaji-imajinya tentang luar angkasa tanpa adanya kepentingan lain yang mempengaruhinya. Dengan lugu (khas anak-anak pada umumnya) , ia mengolah gagasan-gagasannya, misalnya saja ketika ia sedang keramas, ia melihat brand shampo yang ia pakai. Dengan polosnya, dituangkanlah nama brand tersebut kedalam karyanya. Atau ketika ia mendapatkan kata plankton dalam pelajaran IPA di sekolah, lalu menuangkan gagasanya kedalam visual karya.
Abad punya pandangan sendiri terhadap sebuah benda maupun makhluk hidup. Menyusun dan menggabungkan (sifat dari permainan puzzle) juga dilakukan dalam proses berkaryanya. Ia menggabungkan beberapa visual objek menjadi satu, dan penggabungan itu pun berlanjut menjadi judul karya. Dalam pemilihan judul, ia punya istilah-istilah sendiri yang berasal dari penggabungan tersebut. Dapat dilihat pada karya yang berjudul “foctacle 30” karya ini berukuran 60x60cm, Abad mengimajinasikan sebuah pesawat ufo dan tentakel dari gurita. Pesawat ufo menghadap ke kanan dan kaki-kakinya merupakan tentakel, ufo itu dilukiskannya sedang terbang menjauh dari sebuah planet. Karya selanjutnya ia beri Judul “splankto 8” (ship dan plankton), sebuah pesawat yang menghadap keatas. Ketika Abad membuat visual pesawat ini, serta merta ia teringat akan pesawat besar (eng : ship) milik S.H.I.E.L.D yang ada di film The Avenger. Kata “plankton” ia dapatkan di sekolahnya, ketika guru IPA sedang menjelaskan salah satu mata pelajarannya tersebut, sontak Abad tertarik dengan kata itu kemudian mencari referensinya di internet. Ia memutuskan untuk menggabungkannya dengan pesawat. Selain dua gabungan kata, ada juga karya yang menggunakan tiga kata sekaligus, seperti pada karya yang di imajinasikan Abad adalah sebuah roket berbentuk dasar segilima yang menghadap keatas dengan dorongan pengapian dari bawah dan mempunyai sistem kendali ditengah. Menurut Abad, bentuk roket tersebut terinspirasi dari bentuk bintang (eng: star) yang selama ini kita kenal, lalu jilatan api yang keluar dianggapnya menyerupai kaki kodok (eng: toad), sistem kendali berbentuk antena menyerupai mata kodok. Dari ketiga hal (eng: rocket-star-toad) tersebut, akhirnya Abad menggabungkannya menjadi “Rockstoad” sebagai judul karya ini. Ketiga hal ini sangatlah berbeda jika disandingkan menjadi satu, namun Abad dapat menggabungkan beberapa hal tersebut menjadi satu objek, satu frame, dan satu judul.
Bagi saya, metode yang dipakai oleh Abad ini sangatlah menarik, berawal dari kesukaannya terhadap komik, cergam, dan puzzle di masa kanak-kanaknya, hingga sekarang ia mempunyai metode tersendiri untuk menuangkan ide-ide khasnya dalam usia saat ini. Dari menggabungkan puzzle hingga mem-puzzle-kan gagasan, visual, dan istilah dalam judul-judul karyanya. Dalam pameran ini, Abad mempresentasikan 10 karya baru yang sangat menarik untuk dilihat, dinikmati, dan juga dicermati/diulik. Selamat berpameran kembali teruntuk Abad. Selamat datang bagi masyarakat, pemerhati, maupun pecinta seni. Mari bermain “puzzle” bersama seniman muda kita, Abad Tristan Sihgit.
Yogyakarta, Agustus 2018
Arif Hanung TS