Showing posts with label tiranahouse. Show all posts
Showing posts with label tiranahouse. Show all posts

Thursday, May 10, 2018

Keep Calm and...

Pameran seni rupa
KEEP CALM AND...karya Arif Hanung T @555hanung | Erza QPop @erzaqpop | Cahaya Novan @cahaya_novan  Di Tirana Art House & Kitchen, Jl Suryodiningratan 55 Yogyakarta8-31 Mei 2018



KARYA
Ketiga seniman yang akan mempresentasikan karya mereka ini rata-rata kelahiran ’90-an. Arif Hanung TS lahir tahun 1990, Cahaya Novan lahir tahun 1987 dan Erza Q-Pop lahir di tahun 1989. Maka rata-rata mereka masih berumur kurang lebih 30 tahun. Menurut saya, ketiga seniman muda ini memiliki benang merah yang sama yakni kecenderungan karya 'abstrak' dengan ciri masing-masing. Abstraknya Hanung yang dua dimensi, abstraknya Erza mixed media dan abstraknya Novan found objects. Benang merah yang lain adalah ‘bermain-main’. Hanung dengan nyaman bermain menggoreskan cat minyak; Erza bermain dengan media kayu yang ia distorsi; demikian juga Novan yang bermain-main mengolah kembali mainan hot wheels. Dalam pameran ini, masing-masing seniman mempresentasikan 15 karya, sehingga total ada 45 karya. Produksi antara tahun 20017-2018.




Arif Hanung T, sangat eksplisit mengajak penikmat seni memberi makna yang dalam pada karya abstraknya. Tahun 2008-2009 pertama kali Hanung menggunakan media kanvas dan cat akrilik. Hanung memiliki background fotografi, aktif juga seni pertunjukan, penikmat dan pernah bekerja di dunia film. Karya-karyanya banyak terinspirasi dari latar belakangnya tersebut. Teknik-teknik fotografi tentang landscape sering ia pakai dalam teknik berkarya. Karya-karyanya yang saat ini dipamerkan adalah sebuah studi tentang bentuk. Hanung lebih menyukai tema-tema alam dan dia lebih sering mengeksplorasi tema tersebut. Tak ada tendensi ingin menyuarakan sesuatu melalui karya-karya yang ia tampilkan saat ini. Murni bermain-main dengan bentuk lewat memori yang ia tuangkan dalam kanvas. Maka penikmat seni boleh memaknai karya Hanung dengan persepsi mereka sendiri. Penikmat seni diharapkan bisa mendapatkan ‘pesan rasa’ melalui goresan kuasnya, demikianlah bagaimana menikmati karya abstrak. Hanung merupakan salah satu dari ketiga seniman ini yang konsisten berkarya abstrak dengan media kanvas akhir-akhir ini. Bila mengikuti karya-karya Hanung, maka kita bisa ‘membaca’ bagaimana ia memiliki karakter mengolah tekstur dan cat yang tebal.




Erza QPop (Erza Budi Faisal)
Erza menampilkan karya dengan media acrylic dan potongan kayu jati belanda yang asimetris. Potongan kayu ini awalnya adalah bentuk utuh dari perahu, rumah, pesawat atau mobil. Kemudian oleh Erza diobrak-abrik, dibongkar sedemikian rupa hingga menjadi bentuk yang sekarang (asimetris). Pemilihan media kayu ini bukan tanpa alasan. Erza memiliki latar belakang ilmu robotik. Erza mengambil teknik-teknik assembling dalam robotik ia prakteknya dalam karya kayunya. 


Ini merupakan karya pertama Erza dengan media kayu. Pameran ini juga menjadi penanda penting bagi Erza sebagai pribadi. Dimana ini adalah masa-masa hijrah untuk menjadi personaliti yang ia yakini sekarang. Perubahan personaliti ini turut mempengaruhi karya-karyanya. Dari segi karakter maupun bentuk berubah. Namun demikian tetap ada benang merah yang menjadi jembatan pembacaan karya Erza sejak awal ia berkarir sebagai seniman. Benang merah itu adalah modifikasi motif batik khas Yogya yang tetap ia pakai hingga kini. 



Sementara Cahaya Novan  karyanya cukup mengejutkan. Ia 'bermain-main' dengan mobil hot wheels yang ia olah lagi. Hot wheels, miniatur mobil yang muncul sejak tahun 1968 ini memang dikoleksi anak-anak hingga dewasa. Novan sendiri sudah menyukai dan mengoleksinya sejak ia di bangku menengah pertama. Sehingga bukan hal baru baginya. Ia mengkombinasikan mainan ini dengan found object lain atau juga teks. Total hot wheels yang dipakai ada 20 miniatur untuk 15 karya. Ada hot wheels yang masih utuh atau dibongkar rodanya hingga dipotong bagian bodinya. Tak seperti karya Novan sebelumnya yang berlimpah warna, karya-karyanya yang ini lebih minimalis tapi dalam makna.


Karya-karya Novan kali ini endapan dari konflik perasaan si seniman. Bila diamati satu persatu, karyanya penuh sindiran atas fenomena sosial sering kita jumpai. Lihat saja, ada satu karya dengan presentasi gambar Ka’bah dan mobil hot wheels warna perak ditepi frame. Hot wheels yang dipakai pada karya ini adalah mobil fantasi (tidak ada wujud nyatanya). Novan ingin mengkritisi fenomena orang berulang kali naik haji, atau naik haji hanya dengan tujuan peningkatan status sosial, hanya untuk gengsi dan bukan ibadah yang sesungguhnya. Jenis hot weheels mobil fantasi (tidak ada wujud nyata), fantasinya aneh-aneh bukan tujuan utama. Atau hot wheels warna putih dengan latar belakang warna yang sama; menurut Novan itu mobil sejuta umat, Avanza putih (ha ha ha). Karya ini bicara tentang mobil sebagai kebutuhan atau prestise. Bahkan kita bisa membaca status sosial seseorang dari jenis mobil yang ia miliki.

TAJUK Tajuk pameran ini bisa jadi ajakan atau nyinyiran; 'Keep Calm and...'. Sengaja, di belakang kata 'and' dikosongkan, berharap penikmat seni mengisi sendiri sesuai mau mereka. Tajuk ini cukup merepresentasikan mereka. Bukan santai sih tapi lebih tepatnya menikmati tiap proses berkarya bertiga. “Keep Calm and…” juga bisa menjadi penyikapan terhadap problematika yang terjadi pada diri keiga seniman ini agar tetap berpikiran bersih, netral dan matang.

Karya-karya mereka segar dan menarik! Ada banyak cerita & impresi yang dihadirkan. Pameran ini adalah 'jembatan' menuju pameran mereka bertiga selanjutnya di bulan Juli di Kiniko @kinikoart. Penikmat seni diajak untuk mengintip, melakukan pembacaan dan mengikuti proses bersama karya mereka melalui pameran 'Keep Calm and...' ini. Nantikan karya mereka selanjutnya!
* Nunuk Ambarwati
(081-827-7073)


__________________________________________




CURRICULUM VITAE
NAME                   : ARIF HANUNGTYAS SUKARDI

DOB                      : 26 Oktober 1990
PHONE                 : 0819 0330 3355
ADDRES                : Perum Kasongan Permai, Bantul, Yogyakarta
EMAIL                   : hanzhu@rocketmail.com
FACEBOOK/IG     : Arif Hanung TS/555hanung

Performing
Jagongan Wagen February edition (Di Batas Cahaya), Padepokan Seni Bagong Kussudiardja,Yogyakarta
Jagongan Wagen November edition(Lenggak-lenggok Suara), Padepokan Seni Bagong
Kussudiardja, Yogyakarta
Jagongan Wagen September edition (Re-kreasi), Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Yogyakarta
Jagongan Wagen Goes To Jakarta, Galeri Indonesia Kaya, Jakarta
Jagongan Wagen May edition (Mingset Greget), Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Yogyakarta Performance Art, VW anniversary, Yogyakarta

Pameran Tunggal
“REFILL”, Indische Koffie, Fort Vredeburg, Yogyakarta

Pameran 5 tahun terakhir
TETRIS, Parallel event biennale xiv, equator #4. Galleri Fadjar Sidik. Yogyakarta
Kenduren #4 (HORIZON) art jog parallel event. Perahu Art Connection. Yogyakarta
HASTAG KAZETEL, Bentara Budaya Yogyakarta.Yogyakarta
TEN GUYS IN ONE CAR (Collaboration Polish and Indonesian Artist), Sesama Gallery, Yogyakarta


Light of Hope, Artotel, Surabaya
25 x 25, Pawitra Artspace, Sidoarjo
LAA #4 (Lempuyangan Art Award), Lempuyangan Elementary School, Yogyakarta
BREAKAWAY, Indiecology Café , Yogyakarta
KENDUREN #3, Perahu Art Connection, Yogyakarta

Ruang Seni Rupa “MERAMAL MAS(S)A”, Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, Yogyakarta
Ilustrasi merah bercerita “NARASI ILUSI ZAMAN”, UNS, Solo
ARTLANTIS, Ludens ArtSpace, Yogyakarta
why not to (be) honest, Jogja Gallery, Yogyakarta


ARTIST IN RESIDENCE

SENIMAN PASCA TERAMPIL.Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, Yogyakarta.
ART PROJECT
COMMON, Educity complex. Johorbahru. Malaysia
DISPOSISI, Pendhapa ArtSpace. Yogyakarta
NOT ONE LESS with Am+Dg Jason Dy, makam seniman Imogiri. Yogyakarta

_________________________________

NAME                                  : CAHAYA NOVAN

DATE OF BIRTH                    : Yogyakarta, 21 November 1987
ADDRESS                             : Sumberan RT.04, DS II, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul 
                                            Yogyakarta
Email                                  : ovan.cahaya@gmail.com
HP/WA                                : 085 643 663 956

SOLO EXHIBITION
2017
Rumongso Rumangsanono Rumangsani, Tirana Art House and Kitchen, Yogyakarta
2016
OWAH,Indische Koffie,Yogyakarta

2015
ROH KESEPIAN, Rumah Seni Sidoarum. Yogyakarta
2013

OJO DUMEH, Miracle Art Space.Yogyakarta SUMSUMAN, Asdrafi Art Space.Yogyakarta

SELECTEDEXHIBITION
Art Volks JVWF 2017, Jogja Expo Centre, Yogyakarta
Art Charity for Pidie Aceh, Langit Art Space, Yogyakarta
LAA #4 (Lempuyangan Art Award), SD Lempuyangan , Yogyakarta
BREAKAWAY, Indiecology Café, Yogyakarta
Borobudur Today Art And Emotion, Gallery SMSR.Yogyakarta

 “ARTLANTIS”, Ludens ArtSpace, Yogyakarta
Apeman “Ruwatan Sampah Cokro Manggilingan”. Malioboro
“Rambut Putih”, Tahun Mas, Yogyakarta


TAK MEMBIDIK TITIK,Gendis resto,Yogyakarta. TATTO MERDEKA, Jogja Nasional Museum.Yogyakarta. SAY PEACE WITH COLOUR, Lempuyangan. Yogyakarta.
BERSAMA SANGGAR KALPIKA.Taman Sari.Yogyakarta.
OCTOBER ART PAPER, Rumah Seni Sidoarum.Yogyakarta.
ART INTOSPECTION, Pawon Art Space.Borobudur.Magelang.
”BABARAN”, Asdrafi Art Space,Yogyakarta.
LEMPUYANGAN ART AWARD, Yogyakarta.
ANDEROCK “21-21”Asdrafi Art Space,Yogyakarta.
ULTAH ASDRAFI 58th, Asdrafi Art Space.Yogyakarta.

APEMAN “Dari Malioboro Untuk Indonesia” on Street Malioboro, Yogyakarta.

MENGEJA DOA-DOA, Kersan Studio.Yogyakarta.


NAME                                : ERZA Q-POP

DATE OF BIRTH                  : Bantul, 12 Oktober 1989
ADRESS                             : Bregan, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta
EDUCATION                       : UMY Electrical Engineering
PHONE                              : 081226927884
EMAIL                               : erzaqpop@gmail.com

SOLO EXHIBITION
2016
Solo Exhibition “#JogjaHits” Indische Koffie, (Beteng Vredeburg Yogyakarta)
2012
Solo Exhibition “Dreaming” Tujuh Bintang Art Space, Yogyakarta.

SELECTED EXHIBITION

2016

“Orangutan menolak punah”, JNM, Yogyakarta
“Art Charity for Pidie Aceh”, Langit Art Space, Yogyakarta
“BREAKAWAY”, Indiecology Café, Yogyakarta
“Bianglala” Jogja Nasional Museum, Yogyakarata. (Perwakilan Komunitas KUMBANG MEKAR UMY)
“Move ART#2” Tahunmas Art Room, Yogyakarta.

“Mini Exhibition” Fisipol UMY, Yogyakarta.
“Narasi Ilusi Zaman” Gedung Innovation Center UNS, Solo.
“Anniversary Motor Antique Club” Gedung Graha Wanabhaktiyasa, Yogyakarta.
“Artlantis” Ludens Art Space, Yogyakarta.

“Milad Fisipol UMY ke 46” Sportorium UMY, Yogyakarta.
“Kumbang Mekar” Fisipol UMY, Yogyakarta.
“Why Not To (be) Honest” Jogja Gallery, Yogyakarta.

Thursday, April 05, 2018

Mengenal Kopi

Mengenal Kopi
Single Origin @TiranaKitchen

·       

       Arabika Bali KintamaniKopi bali kintamani dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam didataran tinggi Kintamani dengan ketinggian diatas 900 mdpl. Kawasan Kintamani berada dilereng Gunung Berapi Batur. Dengan jenis tanah Entisel dan Inceptisol (Regusol). Kawasan ini memiliki udara yang dingin dan kering dengan curah hujan yang banyak selama 6-7 bulan musim hujan. Tanaman-tanaman kopi arabika terbentuk dari varietas-varietas terseleksi. Pohon kopi ditanam dibawah pohon penaung dan dikombinasikan dengan tanaman lain dan dikelola serta diberi pupuk organik. Kopi ini memiliki citarasa yang khas yakni aroma citrus dengan tingkat keasaman yang rendah, sehingga banyak diminati oleh konsumen Internasional. Kopi bali kintamani memiliki tingkat keasaman yang mencukupi dengan aroma fruity (jeruk) yang kuat dan tidak terlalu pahit (bitter).
·       

       Arabika TorajaKopi Toraja yang terletak di Kabupaten Sulawesi Selatan tumbuh di lereng gunung sesean dengan memiliki ketinggian 1400-2100 mdpl. Kopi Toraja memiliki cita rasa notes herbal dan cinnamon, body yang full, keasaman ringan yang segar seperti apel hijau, anggur atau strawberry. Plus after taste seperti cokelat.


·       Arabika Java ArjunoKopi Arabika Arjuno di tanam di lereng Gunung Arjuno Malang, Jawa Timur dengan rata rata ketinggian 1200-1300 mdpl. Proses pasca panen natural. Dengan proses roasting medium kopi arjuno memiliki notes sweaty, fruity, sedikit asam, body kental dan sedikit nutty.


·       
      Arabika Flores BajawaDi dataran tinggi Ngadha Kecamatan Bajawa, kopi ditanam pada ketiggian antara 1000 – 1550 mdpl. pada tanah vulkanik jenis Andosol yang subur dengan suhu udara rata-rata 15 – 25 ºC dan pada saat-saat tertentu suhu udara bisa mencapai (< 10 ºC). Kopi arabika Flores Bajawa mempunyai cita rasa notes secara umum memiliki komponen-komponen citarasa utama sebagai berikut: bau kopi bubuk kering (fragrance) dan bau kopi seduhan (aroma) kuat bernuansa bau bunga (floral), perisa (flavor) enak dan kuat, kekentalan (body) sedang sampai kental, keasaman (acidity) sedang, serta kesan rasa manis (sweety) kuat.


·       
       Arabika Ijen RaungDitanam di lereng Gunung Ijen Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso. Dengan ketinggian 900-1500 mdpl. Proses pasca panen natural, semi wash, full wash dan honey. Varietas kopi: linie S bourbon dan catura, dengan level roasting medium to bold memiliki notes sweetness, floral dan sedikit acidity.


·       Arabika Papua Lemba BaliemDi tanam di lembah Baliem dengan ketinggian 1400-2000 mdpl dengan proses pasca panen wet dan dry. Level roasting medium dengan notes mocca, saltty tipis, manis body bold.


·      \
           Arabika Aceh GayoDitanam di lereng Gunung Gerdong dengan ketinggian 1300-1500 mdpl. Varietas kopi bourbon, proses pasca panen wash. Level roasting medium to bold dengan notes spicy, nutty, sedikit fruity dan floral.
·       Robusta TemanggungTumbuh di lereng Gunung Sumbing Sindoro dengan ketinggian dibawah 800 mdpl dan memiliki suhu 21-24 derajat celcius. Bercita rasa lebih seperti cokelat dan memiliki bau khas yang cenderung manis.
·       Robusta DampitDitanam di dataran Gunung Semeru tepatnya kecamatan dampit dengan ketinggian kurang lebih 900mdpl. Kopi robusta dampit umumnya dry proses. aroma yang dapat tercium terutama dalam proses penggilingan adalah wangi karamel serta milk chocolate dan full body (kekentalan yang penuh) ditambahkan acidity yang rendah  dengan sensasi akhir rasa karamel dan sedikit aroma earthy yang terasa dan tercium cukup lama.
More coffee stories at
Tirana Art House and Kitchen
Jl Suryodiningratan 55 Yogyakarta
Open daily 09.00-24.00 WIB
IG @TiranaKitchen

Monday, February 12, 2018

Workshop Bikin Lip Balm


Waktunya Workshop!
@this.is.ktsc kali ini bekerja sama dengan Tirana Art Management mengadakan workshop untuk anak-anak usia 7-12 tahun. Dalam workshop ini, anak akan belajar membuat lip balm dan mewarnainya dengan lipstick. Anak juga akan belajar tentang bahan-bahan pembuat lip balm dan lipstik, serta diperkenalkan pada pengetahuan dasar tentang kulit manusia. 

Waktu dan Tempat
Sabtu, 17 Februari 2018
Pukul 10.00 - 12.00 WIB
di Tirana Art House and Kitchen 
Jalan Suryodiningratan 55 Yogyakarta

Kontribusi
IDR 125K / anak (termasuk voucher drink and snack)
Terbatas untuk 6 anak
* Tidak boleh menggunakan gadget selama workshop berlangsung

Pendaftaran (WhatsApp only)
Nunuk Ambarwati - 081-827-7073
Asa Rahmana - 0818-0268-0823

When Coffee Meets Dessert



Nama: RA Marini Putri Ayu Habibie
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 18 December 1991
Pendidikan: Sarjana Seni (Binus International University), Magister Manajemen (Candidate, Binus Business School

Memiliki keterampilan memasak bisa membawa manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang seseorang. Dengan memahami keterampilan dasar dan pengetahuan tentang bahan masakan, seseorang dapat memiliki penilaian yang lebih baik terhadap pilihan makanan yang mereka konsumsi. Fakta itu merupakan hasil penelitian gelar master yang dilakukan oleh Putri Habibie, pemilik kelas memasak privat, LadyBake Cooking Class.

Menjunjung tinggi pentingnya kecukupan gizi dan kebersihan makanan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, Putri sangat mendukung kegiatan memasak dirumah. Menurutnya, dengan memasak dirumah, kecukupan gizi dan kebersihan makanan yang dikonsumsim akan lebih terjamin. Dasar itu lah yang mendorong seorang Putri Habibie membangun sebuah jasa kursus memasak privat di Jakarta yang akhirnya menjadi titik awal Putri di bidang kuliner.


Cucu dari mantan presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie ini mulai mengajar memasak pada tahun 2014. Kecintaannya terhadap dunia kuliner menghantar Ia mempelajari berbagai jenis menu makanan mulai dari makanan khas Indonesia sampai resep-resep khas mancanegara.

Keunggulannya dalam mendapatkan ilmu memasak secara otodidak memberikan Putri kemudahan dalam menyalurkan ilmunya kepada murid-muridnya yang mayoritas adalah pemula.
  Metode belajar Putri yang mudah dan praktis khas rumahan menjadi daya Tarik tersendiri bagi market ‘homecook’ lainnya yang baru ingin memulai melajar memasak. Hal itu terbukti bahwa muridnya bukan hanya datang dari area Jakarta, namun juga dari luar pulau seperti Pekanbaru, Pontianak, Medan, Samarinda, Makassar, Kepualauan Riau, dan lain-lain.

Dalam karirnya sebagai pengajar masak, Putri telah mengajar lebih dari 500 murid mulai dari para ibu rumah tangga, remaja, anak-anak, hingga para selebritis Indonesia. Adapun sejumlah nama selebritis yang menjadi murid Putri yaitu Raisa, Ashanty, Tina Toon, Aurel Hermansyah, Nina Zatulini, Alice Norin, Natasha Rizky, Citra Kirana, Jevier Justin, Kevin Hendrawan, Rini Yulianti, Rachel Vennya, Tamara Tyasmara, dan lain-lainnya.


Kini dalam kesehariannya, Putri sedang mempersiapkan peluncuran buku perdananya yang bertema Parenting and Cooking Activity Book. Lewat bukunya, Putri ingin mengkomunikasikan kepada para ibu maupun calon ibu seluruh Indonesia mengenai pentingnya memberikan edukasi keterampilan memasak kepada anak-anak dimulai sejak dini, dikarenakan hal tersebut dapat menumbuhkan kesadaran para anak untuk lebih memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi hingga mereka dewasa kelak.


Menjelang penerbitan buku tersebut, Putri giat menjadi pembicara talkshow-talkshow bertema ‘
Home Cooking’ diberbagai sekolah, universitas dan beberapa area pusat perbelanjaan. Putri memiliki keyakinan bahwa ketika seseorang belajar memasak, ilmu yang mereka dapatkan tidak hanya memberikan kebaikan untuk dirinya sendiri namun juga untuk orang sekitarnya.  






Tuesday, January 30, 2018

Tirana Coffee Act

Gitar dan Gadget Berkolaborasi di Jari Gitaris Mr. D


Doddy Hernanto, yang kini lebih dikenal sebagai Mr. D, akan tampil eksklusif untuk “Tirana Coffee Act” di Tirana Art House & Kitchen pada Sabtu, 3 Februari 2018 mulai pk. 20.00 WIB. Mr. D akan menampilkan kreatifitas bermusiknya bersama para barista kopi dan seniman yang berpuisi. Tentu saja, dengan inovasi “Gitar dan Gawai” yang membuatnya semakin unik.

Dijuluki gitaris satu jari, musisi asal Surabaya Jawa Timur ini telah berkarya bersama gitarnya selama lebih dari dua puluh tahun. Karya-karyanya inovatif dan berkelas dunia. Gitar dan Gadget (gawai) adalah karya besar pertama yang langsung melejitkan namanya. Gitar Gadget mengkolaborasikan gitar akustik dengan gadget yang dapat menghasilkan berbagai suara dengan cara memasukkan pada aplikasi yang tertempel pada gitar dan gadget.

Memadukan seni dan teknologi adalah obsesi Mr. D yang berharap karyanya menginspirasi terutama generasi muda agar dapat memanfaatkan teknologi untuk inovasi yang positif. Selain gitar, Mr. D juga mengeksplorasi alat music lain. Karyanya Rebana Bergawai sering dimainkan dalam konser-konser musik religi seperti dalam konser Kiai Kanjeng atau Cak Nun. Eksplorasinya merupakan bentuk dedikasinya pada pelestarian alat musik tradisional. Tak hanya di dalam negeri, Mr. D rajin mengkampanyekan musik dan teknologi di luar negeri. Gitar Bluberry G2 miliknya tampil bersama alat musik angklung di ajang World Intellectual Property Organization (WIPO) di Geneva, Swiss.

Meski telah dikenal sebagai musisi besar, Mr. D menolak disebut artis. Tak jarang ia terlihat bercengkerama dengan komunitas maupun berbagi pengetahuan dengan sejumlah anak muda yang berniat mempelajari seni memainkan gitar dari dirinya. Ketenaran namanya ia manfaatkan untuk berkampanye hal-hal positif. Selain musik dan teknologi, Mr. D adalah pemerhati lingkungan hidup. Ia pun kerap mengikuti berbagai kampanye yang berkaitan dengan lingkungan dan seni. Hingga kini, Mr. D masih dipercaya sebagai duta satwa langka yang dilindungi. Demi berkampanye, pada gitar gadget terbaru miliknya yang merupakan karya pengrajin gitar asal bali I Waya Tugas, tampak ukiran bergambar burung-burung dan satwa langka.

Ngopi Musik, Kolaborasi Mr. D dengan Barista
Kali ini, untuk “Tirana Coffee Act” seri Ngopi Musik, bertemakan “Kopi dan Musik”, Mr. D akan memperlihatkan kepiawaiannya bermain musik dengan merespon para barista kopi Tirana. Kolaborasi Mr. D dan Barista ini akan menjadi penampilan unik yang sangat jarang ada. Selain itu, Mr. D juga akan bermain satu panggung dengan para seniman dalam musikalisasi puisi.

Masih tetap dengan keahliannya memadukan musik dan teknologi, Mr. D akan membawa konsep yang sama namun dalam kemasan baru yang lebih segar. Musiknya akan muncul dalam beberapa genre sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan.

Profil singkat Mr. D
Membumi, itulah kata yang tepat untuk musisi gitar Indonesia yang memiliki karya-karya berkelas dunia, Doddy Hernanto, musisi asal Surabaya Jawa Timur. Memulai karir sebagai basis pengganti pada groub band ternama di Indonesia, Doddy Hernanto yang akrab disapa Mr. D pun memilih solo karir. Tidak mengenalkan diri sebagai artis, berkarya melalui gitar lebih dari dua puluh tahun, Mr. D telah memiliki berbagai inovasi karya dalam bidang seni music dan tekhnologi aplikasi. Tak pernah bekerja sendiri, Mr. D kerap menggandeng orang-orang berbakat untuk menciptakan karya-karya luar biasa.

Karya terbesar pertamanya adalah gitar gadget, gitar akustik yang dipadukan dengan gadget dapat menghasilkan berbagai suara, tergantung triger apa yang akan dimasuk kan pada aplikasi yang tertempel pada gitar dan gadget. Gitar gadget ini pun diklain pertama kali di dunia.

Karya kedua nya adalah sebuah aplikasi snapcard, aplikasi yang dapat membaca kode batang pada sebuah benda yang telah diformat dengan kode batang terlebih dahulu. kode batang tersebut dapat di aplikasikan pada kartu nama, lukisan, gambar, bahkan data-data penting pun dapat dibaca otomatis hanya dengan menscan aplikasi snapcard yang sudah didownload menggunakan gadget.

Ada pula rebana bergadget, meski karya satu ini belum mendapat paten. Namun, Mr. D telah berkali-kali menggunakan rebana bergadget tersebut untuk mengiringi berbagai kegiatan kegamaan seperti di pondok pesantren atau dalam konser-konser Kiai Kanjeng atau Cak Nun.

Karya nya yang lain, ada pula lukisan tiga dimensi yang dapat tersimpan pada sebuah gadget hanya dengan discan menggunakan aplikasi scaning pada gadget. Dengan lukisan tiga dimensi ini, pecinta seni lukis yang melihat lukisan pun tak hanya bisa menikmati pada dinding tapi juga dapat mengetahui detail informasi dari hasil scan lukisan.

Tak pernah berhenti berkarya, sebagai musisi besar Mr. D selalu berinovasi. Meski telah lahir sebagai musis besar, Mr. D pun menolak disebut artis. Bahkan, tak jarang ia berbagai pengetahuan dengan sejumlah anak muda yang berniat mempelajari seni memainkan gitar dari dirinya.

Ia pun kerap mengikuti berbagai kampanye yang berkaitan dengan lingkungan dan seni. Hingga kini, Mr. D masih dipercaya sebagai brandambasador satwa-satwa langka yang dilindungi. Hal tersebut diperlihatkan dari gitar gadget terbaru miliknya, gitar karya pengrajin gitar asal bali I Waya Tugas. Pada gitar tersebut tampak ukiran bergambar burung-burung dan satwa langka.

Mengabdi pada negeri, berinovasi tanpa henti, itulah moto Mr. D. Ia kerap terganggu jika ada seni asli negeri indonesia ini diusik eksistensi nya, saat ini, ia pun rajin mengkampanyekan seni-seni dalam negeri. Seperti angklung misalnya, pada ajang World Intellectual Property Organization (WIPO) di Geneva, Swiss Mr. D memadukan permainan gitar bluberry G2 miliknya dengan alat musik angklung. Ia berharap, karya nya dapat menginspirasi generasi masa kini untuk memanfaatkan kecanggihan tekhnologi sebagai media inovasi positif.

Tentang Tirana
Tirana Mitra Niaga mulai beroperasi di Yogyakarta tahun 2012. Berawal dengan bisnis fashion retail (Tirana House) yang membuka gerai di Suryodiningratan, kemudian gerai kedua dibuka di Kotabaru. Konsep butik Tirana selalu terintegerasi dengan Art Space dan Co-working Space yang dikelola oleh Tirana Art Management. Tahun lalu, Tirana membuka Tirana Art House & Kitchen di Suryodiningratan 55, sebuah konsep art space yang terintegrasi dengan café.

Bukan Sekedar Ngopi
Ada banyak cerita dibalik secangkir kopi. Mulai dari dimana kopi itu tumbuh, tanaman apa yang hidup di sekitarnya, bagaimana ia diproses dan dibakar, apa metode meraciknya, sampai rasa apa yang muncul setelah diseruput. Melalui secangkir kopi kita belajar bagaimana kopi dapat menghidupi para petaninya, tantangan apa yang dihadapinya, bahkan alasan seorang petani terus-menerus bertani kopi meski sering dihargai murah oleh tengkulak. Lebih dalam lagi, ada banyak hal filosofis dan romantisme yang membuat kopi semakin menarik dinikmati.

Cerita inilah yang akan pengunjung dapatkan di Tirana Art House & Kitchen. Para barista akan meracik 10 jenis kopi organik dari seluruh Indonesia, dengan 7 metode pilihan. Ditemani makanan ringan, selain kopi hitam (single origin), juga tersedia kopi dengan campuran susu seperti cappuccino, latte, macchiato. Juga tersedia teh hitam, teh cascara (teh dari kulit kopi), dan matcha latte. Kopi dan teh ini akan menemani pengunjung menikmati karya-karya seni yang dijual di Tirana Art House & Kitchen.

Art Space, Co-Working Space, Event Management
Tirana Art House & Kitchen adalah sarana untuk mengembangkan kreatifitas. Tirana membuka kesempatan kepada para seniman untuk menawarkan karyanya kepada publik. Pameran-pameran juga rutin dilakukan untuk memperkenalkan karya seni kepada masyarakat. Konsep art management Tirana adalah memperkenalkan seni dengan bahasa yang lebih umum, kasual dan mudah dimengerti. Hal ini untuk membuat semakin banyak orang mengapresiasi karya seni, yang sebenarnya tidak serumit yang sering dipkirkan orang.

Mitra Tirana tidak terbatas pada seniman dengan jam terbang tinggi. Tirana justru sangat tertarik untuk menjadi mitra bagi seniman pemula, memberikan tempat untuk berkreasi dan memperkenalkan karyanya kepada publik.

Tirana juga aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan workshop, diskusi, dan pelatihan-pelatihan. Topiknya pun bermacam-macam. Mulai dari membuat karya tangan, bercocok tanam, tumbuh kembang anak, literasi dan tulis-menulis, makanan, hingga kreatifitas memasak. Kegiatan ini berlangsung setiap minggu, biasanya di akhir pekan.

Seperti Workshop “When Coffee Meets Dessert” bersama Putri Habibie yang akan diadakan pada Sabtu, 10 Februari 2018. Putri yang cucu tokoh terkenal Indonesia B.J. Habibie ini, akan berbagi keterampilan mengolah makanan pencuci mulut (dessert) yang kreatif dan mudah diikuti di rumah.


Tirana Art House and Kitchen
Jl Suryodiningratan 55 Yogyakarta 55141
Ph 0274 411615 | WA 081-827-7073
IG @TiranaKitchen | @TiranaArtManagement | @TiranaHouse


--------------------------------------------------------------------------------


Upcoming Event @TiranaKitchen
3.02.2018 #KopidanSeni
Pk 20.00 WIB"TIRANA COFFEE ACT"Special performance by Mr D IG @mrd.onefingerTirana Art House & KitchenJl Suryodiningratan 55 Yogyakarta
Open daily 09.00-24.00 WIB

Beli Pre-paid voucher Rp 40rb untuk makanan/minuman seharga 50rb dan 1 tempat di performance Mr. D. Ambil foto penampilan Mr. D di acara ini, upload, dan dapatkan hadiah spesial dari Mr. D
Ia orang pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan gitar dan gadget. Karya nya pernah di pamerkan di Swiss pada ajang World Intellectual Property Organization (WIPO) di Geneva, Swiss. Bahkan bisa disebut karya Mr. D ini satu-satu nya di dunia. Tak hanya gitar, ia pun telah menciptakan alat rebana bergawai.
Keahlian melukis pun ia aplikasikan dalam karya lukis digital dengan tekhnologi scanning. Tak hanya itu, pria yang berjuluk gitaris satu jari ini juga aktif sebagai Brand Ambasador satwa langka dilindungi.