Showing posts with label competition. Show all posts
Showing posts with label competition. Show all posts

Wednesday, March 17, 2021

Workshop Ketrampilan bersama Museum Nasional (2021)


Workshop keterampilan seni dan budaya hadir perdana dengan judul membuat agamograph bersama Kak Helmi Fuadi. 

Siapkan alat dan bahan sobat museum di rumah seperti pensil, gunting, penggaris, lem kertas, kertas gambar, crayon/spidol atau pensil warna. 

Saksikan keseruannya di youtube Museum Nasional hari Rabu, 17 Maret 2021 jam 10.00 WIB. 

Ada tantangan dari rumah untuk sobat museum. Upload video tutorial membuat agamograph dengan durasi maksimal 5 menit, tag @museum_nasional_indonesia serta gunakan hastag #museumnasionalberkreasi1 dan tag 3 temanmu. 

Tantangan ini untuk tingkatan SD dan gratis!
Periode tantangan: 18 Maret 2021 - 31 Maret 2021. 

Dapatkan souvenir cantik untuk 3 video terbaik!
https://www.instagram.com/p/CMbJ8Iug9dQ/?igshid=1f169idlh9gak

Saturday, April 15, 2017

Tirana Kini Kartini

TIRANA KINI KARTINI 💕Periode 12-30 April 2017

Menjelang peringatan hari Kartini, Tirana House & Kini Furniture ingin berbagi kebahagiaan & inspirasi 🌸.


Ayo ikutan bagikan cerita & foto inspirasi tentang kisah perempuan hebat dengan karya nyatanya di akunmu. Sesuai perjuangan & cita" Kartini. Bisa kisahmu sendiri atau perempuan lain (ibu, saudara perempuan atau teman).


📩Ketentuan:

1. Follow akun FB/IG @TiranaHouse dan @kinifurniture
2. Tag/mention Tirana House dan Kini Furniture
3. Tambahkan hastag #TiranaKiniKartini
4. Pengumuman pemenang tgl 2 Mei 2017.

🎁Akan dipilih 3 cerita & foto terbaik.

Masing-masing pemenang akan mendapatkan paket hadiah yang terdiri dari:
1 Produk dari Kini Furniture

1 Syal Shibori dari Lapak Jumputan Candi Ijo
Voucher Tirana House

Wow keren kan hadiahnya!Ayo kami nantikan kiriman cerita & fotonya 😘😍
Info promo silakan WA 081-827-7073




Hadiah Giveaway

Hadiah Giveaway

Hadiah Giveaway


Saturday, January 30, 2016

30 Tahun LUPUS


30 TAHUN LUPUS
Nulis Lupus Bareng
Masih ingat LUPUS dengan rambut jambul dan permen karetnya? 
Lupus adalah milik generasi muda Indonesia 
Lupus bukan sekedar karakter yang muncul dalam novel.
Lupus adalah “trend setter” dan aset bagi dunia fiksi pop Indonesia.
Lupus itu penting.
Berapa banyak saat ini, karakter seperti Lupus yang begitu kuat menginspirasi generasi muda?
Tertantang menghidupkan LUPUS kembali?
Rumah Kreatif LUPUS, Tirana Art Management (TAM) Yayasa SAHaLA & KOMPAS mengundang kamu yang kreatif, suka menulis atau bikin komik, untuk Nulis Lupus Bareng

Launch your idea! 
Bagaimana seharusnya Lupus muncul kembali?
Jangan ragu, bangun imajinasimu seliar mungkin.
Tuangkan dalam 1 halaman A4.

Kirim ke email: klasikajogja@kompas.com dilengkapi dengan data-data: Nama lengkap, Usia, Alamat domisili lengkap, No handphone.
Paling lambat tanggal 25 Februari 2016.

Karya terbaik akan mendapat:
Workshop penulisan yang dilanjutkan dengan coaching, dibimbing langsung oleh Hilman Hariwijaya, Gusur, dan Boim
Karya diterbitkan dalam bentuk Novel, Komik, dan online series
Honor atas karya yang diterbitkan

Tirana Art Management | TAM

Jl Suryodiningratan 53-55 Yogyakarta 55141
Jl Abu Bakar Ali 22, Kotabaru, Yogyakarta
e. tiranayogya@gmail.com
ph. 0274 411615 | 081 827 7073

________________________________________________


PRESS RELEASE

SAVE LUPUS! The Project
LUPUS BARU untuk Indonesia
Yogyakarta, 26 Februari 2016

Rumah Kreatif Lupus bekerjasama dengan Tirana Art Management, didukung oleh Yayasan SAHaLA (Sahabat Asia Bianglala) mempersembahkan:  LUPUS BARU. Lupus adalah tokoh fiksi pop dalam serial novel berjudul sama karangan Hilman Hariwijaya. Novel Lupus pertama diterbitkan pada tahun 1986. Melalui LUPUS BARU, Hilman Hariwijaya, Gusur dan Boim melakukan seleksi atas ide-ide kreatif dari generasi sekarang untuk menghadirkan  LUPUS kembali sesuai dengan kondisi terkini. Apakah LUPUS masih mengunyah permen karet? Atau masih dengan model rambutnya yang berjambul. Masih bersekolah di SMA Merah Putih?. LUPUS BARU Tidak hanya diselenggarakan di Yogyakarta, tetapi juga akan menyusul di Jakarta dan Bandung .

Mengapa ingin menghadirkan LUPUS kembali?
1. Karena ia bukan sekedar sebuah karakter yang muncul dalam novel. Lupus menciptakan tren pada masanya. Artinya, Lupus adalah aset. Karena trend setter mampu mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan; sosial, ekonomi, gaya hidup, dll. Lupus juga aset bagi dunia fiksi pop Indonesia.

2. Namun berapa banyak generasi millennium yang kenal Lupus? Berapa banyak generasi 80-90 an yang menceritakan tentang Lupus kepada generasi berikutnya? Seberapa sering Lupus jadi topik perbincangan? Seberapa produktif Hilman Hariwijaya, sang penulis, menulis Lupus? Berapa banyak saat ini, karakter seperti Lupus yang begitu kuat menginspirasi generasi muda?

3. Rumah Kreatif Lupus, bekerjasama dengan Tirana Art Manajemen didukung oleh Yayasan SAHaLA memberikan ilmu tentang bagaimana menulis Fiksi Pop.  Tujuan diadakannya acara ini untuk menghidupkan Lupus kembali sebagai “trend setter” yang membawa isu-isu publik dengan gaya dan karakter yang khas dan ringan juga untuk menggerakkan penulis-penulis muda potensial sebagai penulis“LUPUS BARU”.

LUPUS BARU dan Penulis-penulis baru
LUPUS BARU akan muncul dalam berbagai format; novel, komik, musik, online series, komik strip online, cerita anak, dll. Bukan Hilman Hariwijaya lagi yang menulis, namun penulis-penulis baru yang ditangkap dari hasil seleksi, kemudian dibimbing melalui serangkaian kegiatan workshop. Proses kreatif menghadirkan LUPUS BARU akan disupervisi oleh Hilman Hariwijaya, sang penulis awal Lupus, bersama dua sahabatnya; Gusur Adhikarya dan Boim Lebon.

Mengapa Hilman merelakan Lupus muncul kembali dalam cerita baru dan bukan lagi ditulis olehnya sendiri? “Saat Lupus diterima publik dan menjadi trend setter, saat itulah saya sadar bahwa Lupus adalah milik generasi mudah Indonesia. Bukan eksklusif milik saya. Saya ingin Lupus tetap hadir, menjadi inspirasi dan ikut berperan membangun bangsa. Karena itu, saya kembalikan Lupus kepada generasi muda Indonesia, untuk dihidupkan kembali sesuai dengan jamannya”, Hilman menjelaskan.
Kandidat penulis LUPUS BARU dijaring melalui ajang pencarian bakat. Peminat mengirimkan ide-idenya dalam bentuk tulisan pendek tentang Lupus yang menjadi imajinasinya. Sejak pendaftaran dibuka 1 bulan lalu, ada ratusan karya yang masuk. Menggembirakan, karena banyak ide-ide unik dan menarik. Mulai dari Lupus sebagai pengusaha muda, Lupus sebagai penjelajah waktu, sampai Lupus sebagai motivator. Ada juga yang ingin mempertahankan posisi Lupus sebagai wartawan, lengkap dengan situasi Lupus pada awalnya, yaitu dengan sahabat-sahabatnya yang unik.

Dari ratusan karya yang masuk, akan dipilih 80 orang untuk mempresentasikan ide-idenya secara langsung dihadapan tim juri. Penjurian terbuka untuk umum, diadakan di di Student Hall, Universitas Sanata Dharma, Kampus I Mrican pada Sabtu, 27 Februari 2016 mulai Pk. 09.00 pagi. Selain acara penjurian akan ada acara “Meet and Greet” Trio Lupus (Hilman, Boim, Gusur) serta acara-acara hiburan lainnya.

Acara penjurian bertujuan untuk menyeleksi 40-50 orang kandidat penulis Lupus. Kandidat inilah yang akan menerima bimbingan-bimbingan teknis dari Trio Lupus melalui coaching clinic, workshop, mentoring, dan diskusi-diskusi. Workshop pertama akan diadakan langsung keesokan harinya, yaitu Minggu 28 Februari 2016 di Kebun Binatang Gembira Loka.

Juga akan ada “Writing Camp” selama tiga hari yang akan memperdalam proses kreatif secara lebih intensif. Keseluruhan bimbingan teknis ini akan dibimbing langsung oleh Trio Lupus. Mereka juga akan bergabung dalam komunitas penulis Lupus yang setiap saat akan dilibatkan dalam acara-acara Lupus.

Profil singkat LUPUS
Lupus
 adalah tokoh fiksi dalam serial novel berjudul sama karangan Hilman Hariwijaya. Novel Lupus pertama diterbitkan pada 1986 berjudul Lupus I: Tangkaplah Daku Kau Kujitak. Walaupun judulnya adalah plesetan dari film Kejarlah Daku, Kau Kutangkap, ceritanya tak berhubungan.
Lupus memiliki teman-teman seperti Boim, Gusur, Anto, Aji, Fifi Alone, Adi Darwis, Gito(teman massa dewasanya). Iko-iko, Pepno, Happy, Uwi dan masih banyak lagi(teman masa kanak-kanak dan remajanya). Ia memiliki seorang adik bernama Lulu dan mereka berdua kini tinggal bersama sang Mami yang bernama Anita.

Sedangkan sang Papi yang bernama Mulyadi, telah meninggal saat Lupus kelas 1 SMA. Beberapa kisah dari novel-novel Lupus juga telah diangkat ke dalam bentuk film dan sinetron. Selain itu juga telah terbit berbagai nariasi dari cerita Lupus seperti Lupus Kecil, Lupus Milenia dan lain-lain. Terdapat pula sederetan gadis yang pernah menjadi kekasihnya. Seperti Poppy, Rina, Happy, sampai yang terbaru adalah Nessa.

Lupus identik sekali dengan permen karet yang tak pernah lepas darinya. Model rambut berjambul yang sering dihina Lulu dengan sebutan sarang Burung. Juga sifatnya yang konyol, hingga membuatnya disukai oleh seluruh teman-temannya.

Filosofi permen karet ala LUPUS
Melalui permen karet, sebenarnya LUPUS ingin mengajak generasi muda untuk tidak merokok. LUPUS lebih memilih permen karet daripada rokok. Permen karet, dikunyah ketika rasanya masih manis dan dibuang begitu saja ketika rasanya menjelang pahit; sama halnya dengan permen karet, serial novel LUPUS diharapkan renyah manis seringan mengunyah permen karet.

Rumah Kreatif LUPUS
Rumah Kreatif Lupus adalah wadah komunitas Lupus (penulis dan penggemar) yang memfasilitasi proses-proses kreatif penciptaan Lupus. Rumah ini adalah markas tempat berkumpul sekaligus berdiskusi untuk terus menghidupkan Lupus secara positif maupun kegiatan-kegiatan lain yang terkait. Rumah Kreatif Lupus diinisiasi oleh Hilman Hariwijaya bersama Gusur dan Boim, saat ini bermarkas di Jakarta. Dalam waktu dekat, Rumah Kreatif Lupus juga akan hadir Kota Yogyakarta.


Untuk informasi lebih lanjut silakan kontak:
Christine Effendy
Nunuk Ambarwati (081 827 7073)
Tirana Art Management (TAM)
Jl Suryodiningratan 55 Yogyakarta 55141

Monday, February 05, 2007

The Thousand Mysteries of Borobudur


Kompetisi Seni Visual 2007
THE THOUSAND MYSTERIES OF BOROBUDUR
UNESCO Office Jakarta – Jogja Gallery - Dept. Pariwisata & Budaya RI - UGM - PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko

Bagi sebagian besar orang awam, tidaklah mudah menerjemahkan eksistensi Borobudur. Apalagi jika hal itu dikaitkan dengan kehidupan personalnya, baik sebagai bagian dari profesi, status maupun hobinya. Sejarah hidup seseorang yang berbeda-beda, tentu saja takkan bisa dengan mudah tersambung dengan sejarah Borobudur. Harus ada upaya untuk ”menggerakkan” Borobudur dan masyarakatnya untuk bersama-sama menghubungkannya.
Borobudur, sebagian besar diketahui masyarakat sebagai bangunan besar buatan manusia. Seluruh sejarah yang terjadi padanya juga tidaklah dengan cepat dan kuat menarik perhatian sebagian orang untuk memeliharanya. Mencermati berbagai cerita dari relief di badan Borobudur yang indah itu saja misalnya, terasa benar bahwa Borobudur sudah selayaknya ”menjadi bagian” dari diri kita semua. Kita tahu Borobudur bukanlah benda eksklusif. Ia tak membutuhkan perhatian berlebih. Ia hanya membutuhkan hidup dan perawatan dengan kesadaran masyarakatnya. Tentu saja lewat perupa dengan karya seninya.


Kompetisi ini bersifat terbuka dan akan menjadi bagian dari pameran besar bertajuk ”The Thousands Mysteries of Borobudur” yang akan digelar di Jogja Gallery pada 20 April-9 Mei 2007. Kompetisi ini adalah bagian dari kerjasama UNESCO, Jogja Gallery, UGM, dan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko bersama mitra-mitra yang lain. Kompetisi ini tidak dibatasi oleh ideologi yang condong pada situasi tertentu atas Borobudur, namun lebih banyak diidentifikasi sebagai bentuk kritis perupa terhadap eksistensi Borobudur secara jujur dan dalam bentuk karya seni.

Karya-karya seni yang dipamerkan atau dikompetisikan diharapkan lebih mencerminkan bentuk, sikap, dan jawaban atas pertanyaan perihal pengingatan kembali pada semangat menjaga peradaban manusia secara arif, terutama kepada bangun kreatif bernama Borobudur yang penuh misteri. Agenda ini, sekali lagi mencoba mengingatkan kembali peran, kelakuan, kerangka pikiran kita semua dan mencoba mengisi Borobudur dengan berbagai bentuk pergerakan pikiran kreatif.

1. Pemenang
· Kompetisi ini akan mengambil 20 finalis yang akan diikutsertakan dalam pameran. Dari 20 (dua puluh nominator) akan diambil 5 ( lima ) terbaik yang akan diumumkan pada saat pembukaan pameran.
· Kelima pemenang tersebut akan mendapat hadiah masing-masing Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan mendapatkan sertifikat pemenang dari UNESCO.

2. Sifat dan spesifikasi
· Tema karya disesuaikan dengan pengantar di atas.
· Kompetisi ini bersifat terbuka-nasional dan tidak dibatasi usia. Peserta adalah mereka yang tinggal dan beralamat di Indonesia , dan tidak dibatasi oleh kewarganegaraan.
· Media karya yang digunakan bebas (dwimatra atau trimatra: lukisan, patung, grafis, batik, keramik, instalasi, fotografi, dan sebagainya), sedangkan ukuran salah satu sisinya tidak lebih dari 200 cm.
· Setiap peserta diperkenankan mengajukan 2 judul karyanya.

3. Ketentuan Teknis
· Penjurian dilakukan dengan seleksi foto karya. Untuk itu setiap peserta dipersilakan mengirim foto karya (10 R Glosy) yang diajukan dan dikirim paling lambat 5 Maret 2007) disertai konsep karya dan biodata peserta terbaru.
· Untuk informasi lebih lanjut dan pengiriman foto karya dialamatkan ke:

Panitia Kompetisi THE THOUSAND MYSTERIES OF BOROBUDUR
d.a. JOGJA GALLERY
Contact person: Nunuk Ambarwati [+62 81 827 7073]
R. Daru Artono [+62 85 643 898 779]
Jl. Pekapalan 7 Alun-alun Utara Yogyakarta.
T: 0274 419999, 412021, 412023, 7161188
Email jogjagallery@yahoo.co.id

· Pengumuman 20 nominator (finalis) akan diberitahukan via surat ke peserta yang karyanya terseleksi atau mengakses alamat website: www.jogja-gallery.com
· Karya yang sudah terseleksi diharapkan masuk paling lambat tanggal 5 April 2007.
· Pengiriman karya ke Jogja Gallery ditanggung oleh perupa, sedang pengembaliannya tanggungjawab Jogja Gallery.
· Pihak penyelenggara berhak memakai image karya sebagai bagian dari publikasi dan semua aktivitas yang terkait dengan pameran ini.
· Setelah melalui tahap seleksi, karya diharuskan siap pamer dengan menyertakan keterangan karya secara lengkap.
· Karya diharapkan dapat dijual, dengan ketentuan yang disepakati oleh pihak perupa dan penyelenggara. (Catatan: 60% untuk seniman, 20% untuk perawatan Borobudur, 20% untuk biaya packing dan pengiriman karya kembali ke perupa dan atau ke pembeli karya).

4. Juri
dr. Oei Hong Djien (pengamat seni dan kolektor)
DR. M. Agus Burhan, M.Hum. (ISI Yogyakarta )
Mikke Susanto, S.Sn. (Jogja Gallery)
Ir. Guntur Purnomo Adi (PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko)
DR. Ir. Laretna T. Adhisakti, M.Arch. (Univ. Gadjah Mada)

Program ini terselenggara berkat kerjasama
UNESCO Office Jakarta, Jogja Gallery, Dep. Pariwisata & Kebudayaan RI, Universitas Gadjah Mada, PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Center Heritage Center [CHC].